Kediri (beritajatim.com) – Manajemen Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri terus melakukan langkah proaktif untuk memperkuat sinergi dengan para petani tebu di wilayahnya. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan kunjungan lapangan secara langsung ke lahan kebun mitra perusahaan, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari upaya komprehensif pabrik dalam meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan Bahan Baku Tebu (BBT). Tujuan utamanya untuk menyongsong musim giling tahun 2026 yang ditargetkan berjalan maksimal.
Kunjungan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh General Manager PG Meritjan, Tites Agung Triyono. Dalam peninjauan ini, Tites turut didampingi oleh jajaran manajemen inti pabrik, antara lain Manajer Instalasi Catur Joko Prabowo, Manager Pengolahan Hari Setyo Wahyudi, Manager Quality Assurance Wiratmoko, serta Manager Tanaman Adi Rofijayanto.
Kehadiran formasi lengkap manajemen ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengawal kualitas budidaya tebu di tingkat hulu. Tites menuturkan bahwa kegiatan turun ke lapangan ini tidak dirancang sekadar sebagai agenda seremonial belaka, melainkan sebagai ruang interaksi langsung yang sangat krusial untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan budidaya tebu antara pabrik dan petani binaan.
“Harapan kami melalui kunjungan ini, silaturahmi dengan petani semakin kuat. Selain itu, ada sharing ilmu budidaya tebu antara petani dan pihak pabrik guna meningkatkan produktivitas per hektare,” tutur Tites.
Ia memaparkan bahwa lonjakan produktivitas tebu di tingkat petani akan memberikan dampak positif secara langsung terhadap ketersediaan bahan baku di PG Meritjan. Dengan terjaminnya pasokan yang berkualitas dan stabil, proses produksi gula di pabrik dapat berjalan dengan optimal yang pada akhirnya akan memperkuat keberlanjutan roda industri pergulaan di daerah.
Untuk mengoptimalkan kunjungan tersebut, agenda tidak hanya diisi dengan peninjauan fisik lahan, tetapi juga dirangkai dengan kegiatan sarasehan serta sesi tanya jawab dua arah antara manajemen dan para petani mitra. Forum dialog terbuka ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pihak pabrik untuk menggali secara mendalam berbagai kendala nyata yang selama ini dihadapi petani di lapangan, mulai dari aspek teknis budidaya, ketersediaan pupuk, hingga masalah distribusi hasil panen.
“Kami ingin mengetahui secara langsung kendala yang dihadapi para mitra petani, sehingga bisa dicarikan solusi bersama. Dengan begitu, sinergi yang terbangun tidak hanya sebatas kemitraan, tetapi benar-benar kolaboratif,” imbuhnya.
Lebih lanjut, manajemen PG Meritjan memastikan bahwa kegiatan sambang kebun ini akan terus dijadikan agenda rutin dan berkelanjutan. Langkah ini merupakan bentuk komitmen konkret perusahaan dalam memacu produktivitas tebu nasional.
Upaya strategis ini juga diakselerasikan agar sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan dan kemandirian sektor pangan sebagai pilar utama negara.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara pabrik dan petani, kami optimistis target peningkatan produksi gula dapat tercapai, sekaligus berkontribusi terhadap kemandirian pangan nasional,” ucap Tites memungkasi. [nm/suf]






