Surabaya (beritajatim.com) – Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tak lagi sekadar ajang adu mekanik permainan. Di Surabaya, kompetisi Dafam Infinity Battle Season 2 justru tampil sebagai ruang transformasi bagi para gamer lokal untuk naik kelas.
Sebanyak 21 tim dari berbagai komunitas di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik ambil bagian dalam turnamen yang digelar secara offline di Tulip Room, Dafam Pacific Caesar Surabaya, Sabtu (25/4/2026). Kehadiran kompetisi tatap muka ini menjadi sorotan, mengingat sebagian besar pemain selama ini terbiasa bertanding secara daring.
General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Muhamad Muamar Khadafi, menilai bahwa turnamen offline memiliki peran penting dalam membentuk karakter pemain esports. Bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga tentang kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi dalam tekanan.
“Lewat Season 2 ini, kami ingin menciptakan ekosistem di mana komunitas gaming merasa dihargai. Kami menyediakan tempat yang representatif agar para pemain bisa merasakan sensasi kompetisi yang sesungguhnya di luar layar smartphone mereka.” Muhamad Muamar Khadafi selaku General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya.
Fenomena ini memperlihatkan pergeseran tren di kalangan generasi muda. Jika sebelumnya bermain gim sering dipandang sebagai aktivitas pengisi waktu luang, kini esports mulai diakui sebagai bidang yang memiliki nilai kompetitif dan ekonomi.
Selain memperebutkan total hadiah Rp1,5 juta, peserta juga berkesempatan mendapatkan berbagai bonus seperti voucher hotel, jersey eksklusif, dan 9.000 diamond. Namun, bagi sebagian pemain, nilai utama justru terletak pada pengalaman dan eksposur yang didapat.
Salah satu peserta mengaku, atmosfer pertandingan offline memberikan sensasi berbeda dibandingkan bermain dari rumah. Sorak sorai tim, tekanan penonton, hingga interaksi langsung menjadi tantangan tersendiri yang memacu adrenalin.
Sementara itu, Marketing Communication Dafam Pacific Caesar Surabaya, Maria Ristiany, melihat turnamen ini sebagai bagian dari upaya membangun komunitas yang solid. Ia berharap semakin banyak gamer yang berani tampil dan tidak hanya bermain di ranah kasual.
“Banyak pemain hebat yang masih ‘tersembunyi’. Lewat event seperti ini, kami ingin mereka keluar, menunjukkan kemampuan, dan percaya diri untuk bersaing,” katanya.
Panitia penyelenggara sekaligus Leader Community Hero, Muchammad Saifullah, menyebut turnamen seperti Dafam Infinity Battle bisa menjadi jembatan penting bagi talenta lokal untuk tampil lebih luas. Ia menilai, banyak pemain potensial di daerah yang belum memiliki akses ke panggung kompetitif yang layak.
Ke depan, pihaknya pun menargetkan perluasan skala turnamen hingga tingkat Jawa Timur bahkan internasional.
“Dafam Infinity Battle diharapkan dapat berkembang lebih besar lagi. Jika saat ini, turnamen masih berskala regional, dan diikuti oleh masyarakat dari sejumlah kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Namun, visi ke depan adalah memperluas jangkauan hingga tingkat Jawa Timur, bahkan internasional,” Muchammad Saifullah, Leader Community Hero.
Ide kolaborasi antar hotel maupun institusi juga mulai dipertimbangkan untuk memperluas jaringan komunitas esports.
Didukung oleh Padi Technology, Simpati, EZ Sports Wear, serta berbagai komunitas seperti SAGA Heroez, 24 Hours Community, Community Hero, Starlium Community, dan ESI Kota Surabaya, Dafam Infinity Battle Season 2 bukan sekadar kompetisi. [fyi/suf]






