Ringkasan Berita:
- Arab Saudi berlakukan random checking dokumen di Makkah
- Jemaah wajib bawa Kartu Nusuk, visa, dan paspor
- Kartu Nusuk jadi akses utama ke area ibadah
- Distribusi kartu dilakukan sejak embarkasi di Indonesia
Makkah (beritajatim.com) – Otoritas keamanan Arab Saudi mulai memberlakukan pemeriksaan acak (random checking) dokumen di sejumlah kawasan strategis di Makkah selama musim haji 2026.
Kebijakan ini membuat seluruh jemaah haji Indonesia wajib membawa dokumen identitas resmi berupa Kartu Nusuk, visa, dan paspor saat beraktivitas di luar hotel maupun menuju Masjidil Haram.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan, yang tergabung dalam Tim Media Center Haji (MCH) Kementerian Haji dan Umroh RI (Kemenhaj) melaporkan dari Arab Saudi bahwa petugas keamanan menyasar titik-titik padat seperti Terminal Jabal Alka’bah dan jalur pedestrian menuju Masjidil Haram untuk memastikan legalitas setiap individu yang berada di area ibadah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menegaskan bahwa kedisiplinan membawa dokumen menjadi hal krusial di tengah penerapan ketat aturan “No Permit No Haji”.
“Kartu nusuk yang dimiliki oleh seluruh jamaah itu harus dibawa ke mana-mana ya terutama beraktivitas di luar hotel ya atau di tempat ibadah seperti di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi karena itu akan menjadi syarat utama ya masuk atau menjadi akses ya syarat akses utama,” tegas Ihsan, Jumat (24/4/2026).
Kartu Nusuk kini berfungsi sebagai identitas digital utama yang memuat data penting jemaah, mulai dari nama, foto, tanggal lahir, hingga lokasi penginapan. Dokumen ini menjadi alat verifikasi resmi bagi otoritas Saudi untuk membedakan jemaah legal dan ilegal.
Tanpa Kartu Nusuk, jemaah berisiko tertahan di pos pemeriksaan dan tidak dapat mengakses area ibadah maupun kawasan Masya’ir.
Distribusi kartu ini juga telah dilakukan lebih awal oleh Kementerian Haji dan Umrah RI sejak di embarkasi di Indonesia, termasuk bagi jemaah dari Surabaya dan daerah lainnya.
“Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen bahwa para jemaah Haji yang akan berangkat itu sudah mendapatkan kartu nusuk dan itu diberikan di embarkasi masing-masing bahkan sudah diaktivasi,” tambah Ihsan.
Proses aktivasi dilakukan melalui kerja sama dengan syarikah guna memastikan seluruh data jemaah telah terintegrasi dengan sistem otoritas Arab Saudi. Dengan sistem yang sudah aktif sejak keberangkatan, jemaah diharapkan tidak mengalami kendala saat pemeriksaan berlangsung di Makkah maupun Madinah. [ian/beq]






