Tuban (beritajatim.com) – Pedagang penggiling mie basah di Pasar Baru Tuban harus menelan kerugian capai ratusan juta rupiah usai 2 kiosnya terbakar hingga habis.
Diketahui, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 03.10 Wib dini hari di area kios gerabah hingga mengakibatkan 41 kios dan loss hangus terbakar.
Pemilik kios Edi Eswanto asal Tuban mengungkapkan bahwa sekitar pukul 03.15 Wib ia mendapat kabar bahwa kiosnya terbakar, kemudian bergegas mendatangi lokasi kejadian.
“Kebetulan saya jualannya mie, jadi giling sendiri kemudian dijual kepada pedagang mie ayam,” ujar Edi Eswanto. Kamis (23/04/2026).
Ia mengaku bahwa ada 4 mesin penggilingan, 40 karung tepung dan barang-barang lainnya yang tidak tersisa karena hangus terbakar.
“Total kerugian capai Rp 200 juta, mesinnya saja ada Rp 80 juta itu sama yang lain-lain,” terang Edi sapanya.
Akibat peristiwa kebakaran ini, Edi terpaksa tidak bisa berjualan lagi untuk sementara waktu dan berharap mendapat bantuan secepatnya dari Pemkab Tuban.
“Ini satu-satunya mata pencaharian saya mbak, ini saja banyak pelanggan menanyakan, terpaksa saya cancel semua,” tambahnya.
Adapun mie yang dijual yakni merk Jago yang diperuntukkan untuk mie ayam dan sudah dikenal sebagai produksi mie di Kabupaten Tuban. Selain itu, ia memiliki 3 karyawan dan ia sendiri yang mengolah.
“Saya berharap kepada Mas Bupati agar bisa diperbaiki secepatnya karena di Pasar Baru merupakan roda perekonomian orang di Tuban,” pungkasnya. [dya/aje]






