Bondowoso (beritajatim.com) – Musibah menimpa Pondok Pesantren Nurud Dhalam yang berlokasi di Desa/Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Satu unit bangunan kelas berukuran 7 x 7 meter ambruk setelah diterjang angin kencang dan hujan deras.
Meski mengalami kerusakan parah, 26 santriwan dan santriwati yang biasa belajar di ruang tersebut dinyatakan selamat tanpa cedera.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut baru diketahui secara luas setelah pihaknya menerima laporan dari warga.
Tim Pusdalops dan TRC BPBD langsung diterjunkan ke lokasi pada Jumat (17/4/2026) untuk melakukan asesment bersama Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa Wringin.
“Bangunan Pondok Pesantren Nurud Dhalam ambruk diakibatkan angin dan hujan dengan intensitas tinggi. Tinggi bangunan 3,5 meter. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. 26 santri selamat semua,” ujar Kristianto Putro Prasojo, Jumat siang.

Kerugian materi akibat ambruknya bangunan tersebut ditaksir mencapai Rp50 juta. Meskipun demikian, proses belajar mengajar di pondok pesantren tetap berlangsung dengan dipindahkan sementara ke ruangan lain yang dinilai lebih aman.
Kristianto menambahkan, pihaknya bersama aparat kecamatan dan desa setempat telah merekomendasikan agar Pemerintah Kecamatan dan Desa Wringin segera bersurat ke Bupati Bondowoso.
Surat tersebut akan ditembuskan ke Kementerian Agama Bondowoso, BPBD Bondowoso, Dinas Perkimciptaru Bondowoso, serta BAZNAS Bondowoso untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami juga mengapresiasi partisipasi aktif warga setempat yang turut membantu proses pembersihan puing-puing bangunan. Tidak ada kendala berarti di lapangan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, BPBD Bondowoso masih terus memantau kondisi bangunan lain di lingkungan pondok pesantren untuk mengantisipasi potensi risiko susulan. (awi/but)






