Surabaya (beritajatim.com) – Sekreraris PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono menegaskan pentingnya menjaga basis kekuatan di Kabupaten Blitar. Dia menyebut daerah ini menjadi salah satu lumbung suara utama yang harus terus diperkuat.
“Kami memberikan pesan strategis agar basis kekuatan partai di Kabupaten Blitar ini terus dijaga. Ini daerah penting bagi PDI Perjuangan,” ujar Deni.
Deni juga mendorong penguatan konsolidasi partai sebagai langkah menghadapi kontestasi politik mendatang. Menurut dia, hal ini menjadi penting setelah adanya penurunan perolehan kursi pada pemilu sebelumnya.
“Kami menargetkan adanya peningkatan kembali jumlah kursi pada pemilu mendatang. Karena itu, konsolidasi tidak boleh kendor,” tegas Wakil Ketua DPRD Jatim ini.
Selain itu, Musyawarah Anak Cabang (Musancab) menjadi bagian dari upaya restrukturisasi organisasi partai di Jawa Timur. Dalam dua hari terakhir, kegiatan ini telah digelar serentak di 24 kabupaten/kota.
“Pelaksanaannya tertib dan lancar. Hari ini pada dasarnya tinggal pengumuman dan pengesahan,” sebut Deni.
Dia menjelaskan, Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah yang dinilai siap dalam proses tersebut. Penjaringan dan konsolidasi kader telah dilakukan lebih awal untuk memastikan kelancaran agenda partai.
“Semua tahapan sudah berjalan, sehingga prosesnya tinggal finalisasi saja,” ujarnya.
Deni juga menekankan pentingnya regenerasi kader sebagai bagian dari penguatan organisasi. Saat ini, struktur kepengurusan telah diisi lebih dari 30 persen kader muda berusia di bawah 35 tahun.
“Minimal satu unsur KSB berasal dari kader muda, dan Kabupaten Blitar sudah memenuhi itu di 22 kecamatan,” jelasnya.
Di sisi lain, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga menugaskan kader di daerah untuk mengawal jalannya pemerintahan. Kinerja pemerintah dinilai berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat kepada partai.
“Kami berharap kepemimpinan di Kabupaten Blitar berjalan optimal, sehingga kepercayaan masyarakat meningkat dan kemenangan pada Pilkada mendatang bisa kembali diraih,” pungkasnya. [asg/but]






