Gresik (beritajatim.com) – Aksi peduli kemanusiaan dilakukan Paguyuban Jemaah Haji Semen Indonesia Grup (SIG) 2024. Mereka menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Gresik.
“Itu program rutin kami sejak tahun 2025, lalu berlanjut di tahun ini (2026). Moga bisa terus kita laksanakan di tahun-tahun mendatang,” ujar Ketua Paguyuban Jemaah Haji SIG 2024, H A Washil MR di Gresik, Selasa (14/4/2026).
A Washil MR yang kini menjabat Sekdakab Gresik itu, mengutarakan, baksos yang digelar Paguyuban Jemaah Haji SIG 2024 tahun ini berlangsung di tiga lokasi. Pertama, di Panti Asuhan Raudhlatul Hikmah di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. Kedua, di Panti Jompo Lestari di Desa Bringkakng, Kecamatan Menganti, Gresik, dan ketiga di Yayasan Al-Wafiriyah di Desa Tajung Widoro (Mengare), Kecamatan Bungah, Gresik.
“Semoga baksos ini bermanfaat bagi penerimanya dan berkah bagi seluruh anggota paguyuban,” tambah Washil.

Donasi Jemaah
Dari mana dana untuk baksos ini? Jauh-jauh hari sebelum masuk bulan Ramadhan, pengurus Paguyuban Jemaah Haji SIG 2024 telah memutuskan bahwa kegiatan baksos dihelat sebelum pelaksanaan halal bihalal anggota paguyuban di akhir bulan Syawal. Donasi untuk kegiatan baksos bersumber dari donasi anggota Paguyuban Jemaah Haji SIG 2024. Pada tahun ini, dana donasi yang terkumpul lebih dari Rp18 juta.
“Semua dana hasil donasi itu sepenuhnya untuk baksos di tiga lokasi itu. Tahun ini capaian dana donasi lebih tinggi dibanding tahun 2025. Syukur alhamdulillah dan matur nuwun atas partisipasi serta dukungan semua anggota paguyuban,” jelas Washil.
Koordinator baksos di Panti Asuhan Raudhlatul Hikmah di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Hj Nurul Hidayah, mengatakan, baksos yang dikoordinasinya digelar pada hari Selasa (7/4/2026).
Nurul mengatakan, total ada 97 anak asuh yang dibina panti asuhan ini. Rinciannya, sebanyak 21 anak asuh bertempat tinggal di dalam asrama dan 76 anak asuh lainnya bertempat tinggal di luar asrama. “Sebanyak 97 pengasuh itu belum termasuk pengasuh,” jelas Nurul.

Saat baksos di Panti Asuhan Raudhlatul Hikmah di Desa Banjarsari, bantuan yang diberikan berupa sembako, makanan siap saji/santap, uang saku kepada anak asuh, dana tunai untuk mendukung operasional panti, dan jenis bantuan lain. “Semuanya bersumber dari donasi jemaah haji,” kata Hj Nurul.
Sementara itu, di bawah koordinator Hj Endang Sumarmi dilaksanakan baksos di Yayasan Al-Wafiriyah di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah kawasan Mengare, Sabtu (11/4/2026). Endang mengatakan, baksos tahun ini merupakan kali kedua di yayasan ini. Pada tahun 2025 lalu, baksos Paguyuban Jemaah Haji SIG 2024 juga dihelat di yayasan ini.
“Kami telah mensurvei sejumlah panti asuhan lain di Kecamatan Dukun, Sidayu, dan Ujungpangkah. Tapi, kondisi yayasan ini lebih layak dan lebih membutuhkan dukungan,” tegas Endang.
Dia menambahkan, sejumlah barang diberikan kepada yayasan pada baksos tahun ini, di antaranya bahan kebutuhan pokok (Sembako), tikar gulung, makanan siap saji untuk anak-anak panti asuhan, uang saku kepada anak-anak panti asuhan, dan lainnya. “Kita berikan barang sesuai kebutuhan panti dan yayasan. Sehingga semua barang-barang itu bisa dimanfaatkan maksimal,” jelas Endang.
Lokasi ketiga sasaran baksos adalah Panti Jompo Lestari di Desa Bringkang, Menganti, Gresik, Sabtu (11/4/2026). Hj Dewi Ambarwati mengutarakan, total penghuni panti jompo itu sebanyak 62 orang, baik laki-laki maupun wanita. Mereka berusia rata-rata di atas 60 tahun.

Mayoritas penghuni panti tak bisa menjalankan aktifitas secara mandiri. Aktifitasnya membutuhkan bantuan dan dukungan orang lain. Ada beberapa di antara penghuni panti sakit stroke dan jenis sakit lainnya. “Panti ini berdiri sejak 2011 lalu,” kata Hariyanto, pengasuh Panti Jompo Lestari.
Dewi mengutarakan, tahun ini merupakan kali kedua Paguyuban Jemaah Haji SIG 2024 menggelar baksos di panti jompo ini. Tahun 2025 juga dilaksanakan kegiatan serupa di sini. “Mereka benar-benar membutuhkan dukungan dari banyak kalangan. Bantuan dan dukungan kami kepada mereka sangat berarti,” tegas Dewi.
Dewi menjelaskan, selain barang kebutuhan pokok (Sembako), seperti beras, gula, telur, dan lainnya, ada sejumlah barang lainnya yang diberikan kepada pengelola panti, di antaranya pampers, sabun cuci pakaian, sabun badan, tisu, minyak goreng, air mineral, makanan siap saji/santap, minyak gosok badan, sarung tangan, dana tunai kepada pengelola panti, dan lainnya.
“Moga bermanfaat bagi penghuni panti dan berkah untuk semuanya. Mengelola dan mengoperasikan panti jompo itu membutuhkan energi luar biasa, baik fisik maupun mental,” tegas Hj Dewi. [beq]






