Kediri (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri memastikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku kini terkendali dengan tidak adanya kasus aktif hingga awal April 2026.
Berdasarkan data DKPP per 6 April 2026, total kasus PMK tercatat sebanyak 253 kasus. Dari jumlah tersebut, 247 hewan ternak telah dinyatakan sembuh, satu kasus dilaporkan mati, dan lima lainnya dilakukan tindakan potong paksa. Saat ini tidak ada hewan ternak yang masih dalam kondisi sakit.
Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menegaskan tren penurunan kasus berlangsung signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kasus PMK sudah sangat landai. Minggu ini tidak ada laporan kasus PMK. Kasus PMK.0,” terangnya.
Sebelumnya, sejumlah wilayah seperti Kecamatan Ngancar, Tarokan, dan Ringinrejo sempat menjadi penyumbang kasus cukup tinggi. Namun kini seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri dilaporkan bebas dari kasus aktif.
Penurunan drastis ini, menurut Tutik, tidak lepas dari upaya vaksinasi yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan oleh pemerintah daerah bersama petugas lapangan.
“Vaksin tetap masif, gak ada jeda. Setiap hari ada,” tambahnya.
Langkah vaksinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya antisipasi menjelang Hari Raya Idul Adha, di mana mobilitas dan kebutuhan hewan ternak meningkat signifikan.
DKPP Kabupaten Kediri optimistis dengan sinergi antara pemerintah, petugas, dan peternak, target nol kasus PMK secara menyeluruh dapat segera tercapai.
“Harapannya kasus PMK bisa zero atau nol dengan kerjasama dan sinergi bersama,” pungkasnya. [nm/ted]






