Tuban (beritajatim.com) – Persoalan Awak Mobil Tangki (AMT) yang demo beberapa hari yang lalu, Pertamina Patra Niaga telah menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini operasional.
Diduga sejumlah Awak Mobil Tangki (AMT) terbukti melakukan pelanggaran berupa tindakan fraud atau pencurian di lingkungan Fuel Terminal BBM Tuban. Sehingga, ada penindakan tegas berupa diberhentikan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan bahwa menindaklanjuti hal tersebut, perusahaan telah mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap oknum yang terlibat.
“Tindakan tegas akan diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar ketentuan sesuai peraturan yang berlaku,” ungkap Ahad Rahedi. Senin (13/04/2026).
Selain menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini operasional. Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen menjaga integritas, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi landasan utama dalam memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap aman, lancar, dan berkelanjutan.
“Sebagai bentuk komitmen tersebut, perusahaan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan, serta menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran, penyimpangan, maupun penyelewengan,” imbuhnya.
Hal ini sejalan dengan arahan Pemerintah bahwa Pertamina siap bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindak dan menumpas praktik penyelewengan BBM demi melindungi kepentingan masyarakat luas.
“Kami juga berupaya menjaga kepercayaan publik dan memastikan akan terus konsisten mengambil langkah tegas terhadap setiap pelanggaran,” jelas Ahad Rahedi.
Termasuk pemberian sanksi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pihak yang terbukti melanggar aturan.
Namun demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh sebagian pihak, sehingga memicu aksi penolakan berupa demonstrasi dan mogok kerja. Akibatnya, sempat berpotensi mengganggu kelancaran distribusi BBM, khususnya di wilayah Kabupaten Tuban.
“Sehingga untuk menjaga stabilitas pasokan, perusahaan juga terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan stok, prioritas distribusi ke wilayah terdampak, pengalihan suplai untuk mempercepat pemulihan layanan, hingga peningkatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan Aparat Penegak Hukum,” tegasnya.
Di sisi lain, perusahaan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada APH khususnya unsur TNI melalui Denbekang serta Kepolisian, yang telah membantu pengamanan sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi melalui mobil tangki di lapangan. “Dukungan ini untuk memastikan situasi tetap kondusif di wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal BBM Tuban,” jelas Ahad Rahedi.
Pihaknya menegaskan bahwa Fuel Terminal BBM Tuban merupakan bagian dari Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang dijamin oleh pemerintah. Oleh karena itu, keberadaannya perlu dijaga dan dilindungi bersama, tidak hanya oleh perusahaan dan aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat demi memastikan distribusi energi tetap berjalan optimal.
“Sebagai langkah komitmen Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan operasional secara profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan keandalan distribusi energi nasional tetap terjaga,” pungkasnya. [dya/but]






