Gresik (beritajatim.com)– Euforia sepak bola Asia Tenggara kini benar-benar terasa di Kabupaten Gresik. Bergulirnya ASEAN U-17 Boys Championship 2026 yang digelar di dua kota Gresik dan Sidoarjo memicu ratusan aparat gabungan siap siaga tinggi demi menjaga jalannya turnamen tetap kondusif.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan dalam pengamanan ini pihaknya mengerahkan kekuatan gabungan dari kepolisian, TNI, hingga instansi pendukung seperti tenaga medis, perhubungan, dan kelistrikan dikerahkan untuk mengawal setiap detail kegiatan.
Pola pengamanan berlapis diterapkan, mulai dari area dalam stadion hingga akses keluar-masuk penonton.
“Jangan pernah lengah. Potensi kerawanan bisa muncul kapan saja. Pastikan setiap prosedur dijalankan dengan tepat,” tegasnya, Senin (13/4/2026).
Perwira menengah Polri ini menambahkan, lonjakan suporter akan terjadi pada 13 dan 16 April 2026 saat timnas berlaga di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) Gresik.
“Pada momen tersebut, pengamanan akan diperketat dengan skema khusus untuk mengurai kepadatan dan mencegah potensi kericuhan,” imbuhnya.
Dirinya meminta setiap anggota menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan pengamanan berlapis di ring 1, 2, dan 3.
Duel antara timnas melawan Timor Leste diprediksi bakal menarik. Laga yang digelar di Stadion Gejos nanti malam pukul 19.00 wib bakal dipadati suporter mengingat skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut melakoni laga perdana.
Sementara Timor Leste yang diasuh pelatih asal Indonesia, Emral Abus siap memberi kejutan bagi timnas.
Sebelumnya, sebagai bagian dari persiapan matang. Polres Gresik menggelar Tactical Floor Game (TFG). Simulasi ini menjadi ajang pemantapan strategi agar seluruh personel memahami peran dan tanggung jawab masing-masing di lapangan. Baik itu sebelum pertandingan maupun usai bertanding. (dny/ted)






