Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Babadan, Ponorogo pada Jumat (10/4/2026) sore, nyaris merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Anak berusia sekitar 5 tahun itu, terperosok ke dalam saluran air tertutup (gorong-gorong) di Jalan Pramuka, Kelurahan Kertosari, dan terseret arus hingga puluhan meter.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, tepat saat intensitas hujan meningkat dan menyebabkan genangan air menutup aliran selokan di tepi jalan. Kondisi tersebut membuat batas antara jalan dan saluran air tidak terlihat. Sehingga membahayakan warga, terutama anak-anak.
Berdasarkan data kepolisian, korban berinisial AO itu, Kecamatan Jenangan. Saat kejadian, korban tengah bersama ibunya, dan kakaknya, usai berbelanja dan berteduh di sebuah bengkel sepeda motor di lokasi kejadian. Pihak kepolisian dari Polsek Babadan yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi. Petugas bersama warga setempat melakukan penanganan darurat, termasuk membuka penutup gorong-gorong dan melakukan penyisiran di sepanjang aliran air.
Insiden bermula saat sang ibu tengah mengisi angin ban sepeda motor yang kempes. Di saat bersamaan, kedua anaknya luput dari pengawasan. Tanpa menyadari bahaya di depan mata, korban diduga menginjak genangan yang ternyata merupakan saluran air dengan arus deras.
“Korban tidak mengetahui kedalaman dan tiba-tiba menginjak aliran air tersebut dan terseret arus air masuk ke dalam gorong-gorong sejauh kurang lebih 100 meter,” kata Kapolsek Babadan AKP Yudha Setiawan dalam laporan tertulisnya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan panik, langsung melakukan pencarian. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu membuka penutup gorong-gorong dan berjaga di setiap titik saluran untuk mencegat korban.
“Saya tidak tahu awalnya, saya dengar orang teriak-teriak katanya ada anak masuk selokan,” kata Yahdi, warga setempat.
Korban akhirnya ditemukan sekitar 50 hingga 100 meter dari titik awal terjatuh dalam kondisi lemas dengan tanda-tanda kekurangan oksigen. Tim gabungan langsung mengevakuasi dan membawa korban ke IGD RSU Aisyiyah Ponorogo untuk penanganan medis intensif.
Dari penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke ruang ICU karena kondisinya yang masih belum sadar. Kepolisian memastikan pendampingan terhadap keluarga korban serta mengamankan barang-barang milik korban di lokasi kejadian. (end/ian)






