Probolinggo (beritajatim.com) – Kota Probolinggo mencatat lonjakan signifikan dalam perlindungan tenaga kerja. Daerah ini kini resmi menjadi yang tertinggi di Jawa Timur dalam cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Capaian tersebut menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas jaring pengaman sosial, khususnya bagi pekerja rentan yang selama ini rawan tanpa perlindungan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hari Purnomo, memberikan apresiasi atas langkah progresif Pemkot Probolinggo. Ia menilai, capaian tersebut tidak hanya melampaui ekspektasi, tetapi juga berpotensi menembus target nasional.
“Terima kasih kepada Wali Kota Probolinggo yang konsisten mendorong peningkatan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini capaian yang sangat baik dan berpeluang melampaui target nasional,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Hari menegaskan, jaminan sosial bukan sekadar program formalitas, melainkan perlindungan nyata bagi masyarakat dari risiko ekonomi yang tak terduga.
“Manfaat hingga Rp 42 juta sangat berarti. Ini bukan angka kecil bagi masyarakat. Kesejahteraan itu dimulai dari bawah, dari desa. Karena itu, dukungan pemerintah daerah sangat krusial,” tegasnya.
Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, memastikan komitmen pemerintah tidak akan berhenti pada capaian ini. Ia menyoroti masih besarnya potensi pekerja rentan yang perlu segera dijangkau, termasuk unsur linmas.
“Kami sadar masih banyak pekerja rentan yang belum terlindungi. Karena itu, perluasan kepesertaan akan terus kami dorong, termasuk melalui optimalisasi pembiayaan,” ujarnya.
Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan investasi strategis yang berdampak langsung pada ketahanan ekonomi masyarakat.
“Ketika pekerja terlindungi, keluarganya ikut terlindungi. Ini menjaga daya beli dan memperkuat stabilitas ekonomi,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan simbolis manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada warga, mulai dari Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, hingga beasiswa bagi ahli waris.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Probolinggo, Nur Hadi, menambahkan bahwa berdasarkan evaluasi triwulan I 2026, hampir seluruh pekerja rentan di Kota Probolinggo telah tercover dalam program tersebut.
“Hampir semua pekerja rentan sudah terdaftar. Ini capaian yang harus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar perlindungan ketenagakerjaan dapat menjangkau seluruh lapisan pekerja tanpa terkecuali. (rap/ian)






