Gresik (beritajatim.com) – Produktivitas petani melon di kawasan Pantura Jawa Timur melonjak hingga 10 persen berkat program “Pestani Melon Pantura” yang melibatkan ratusan petani. Tak hanya itu, program ini juga berhasil meningkatkan pendapatan petani hingga rata-rata 15 persen dalam satu siklus budidaya.
Program yang digagas Petrokimia Gresik ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara industri dan petani mampu memberikan dampak signifikan bagi sektor pertanian hortikultura.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai stimulus untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya inovasi, kedisiplinan dalam budidaya, serta penggunaan pupuk yang tepat guna menghasilkan melon berkualitas unggul.
“Pestani Melon Pantura sendiri merupakan kompetisi budidaya yang melibatkan petani dari berbagai daerah, seperti Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, hingga Gresik. Para peserta mendapatkan dukungan sarana produksi pertanian, termasuk berbagai jenis pupuk unggulan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Hasil program tersebut menunjukkan peningkatan signifikan. Produktivitas melon naik dari rata-rata 18 ton menjadi 20 ton per hektare. Sementara itu, pendapatan petani melon kini mencapai rata-rata Rp22 juta per siklus tanam.
Penilaian dalam program ini dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yakni berat buah, tingkat kemanisan (brix), serta dokumentasi proses budidaya. Bahkan, peserta ditantang menghasilkan melon dengan bobot hingga 5,4 kilogram, selaras dengan usia ke-54 Petrokimia Gresik yang akan diperingati pada Juli 2026.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi model bagi petani di berbagai daerah lain di Indonesia. Petrokimia Gresik juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis petani, tidak hanya sebagai penyedia pupuk, tetapi juga sebagai pendamping dalam meningkatkan kualitas hasil dan kesejahteraan.
Salah satu petani peserta, Suhartoyo, mengaku program ini memberikan wawasan baru, khususnya dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
“Saya mengakui penggunaan pupuk yang tepat sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas dan bobot buah melon,” tuturnya.
Dengan capaian tersebut, Pestani Melon Pantura tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga gerakan nyata dalam mendorong pertanian modern yang produktif, berkualitas, dan berkelanjutan. [dny/beq]






