Surabaya (beritajatim.com) – Dua mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sukses membawa pulang medali dari Kejuaraan Jujitsu SLC Cup 2026 Road to Japan.
Lince Jirneis Zalukhu mengamankan podium pertama kategori Komite Amatir Senior Putri U17 Kelas D. Sementara Merry Dewi Larassati meraih posisi kedua pada kategori Komite Amatir Senior Putri U17 Kelas B.
Keduanya bertanding di Surabaya pada 4–5 April 2026 dalam ajang kualifikasi menuju level internasional. Kompetisi ini menuntut ketahanan fisik ekstra serta konsentrasi tinggi bagi setiap peserta yang terlibat.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa, Nafiah, menegaskan kemenangan ini membuktikan kualitas mental calon pendidik. Ia menilai penguatan karakter di kampus menjadi fondasi utama keberhasilan para mahasiswa.
“Ini bukan sekadar kemenangan di arena pertandingan, tetapi juga cerminan karakter pendidik masa depan, ulet, disiplin, dan berdaya saing,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Nafiah menganggap prestasi di level nasional menjadi tolak ukur efektivitas pola pembinaan mahasiswa secara menyeluruh. Hal ini selaras dengan upaya membangun keseimbangan antara kecerdasan berpikir dan kesehatan raga.
“Keberhasilan mahasiswa di ajang nasional menjadi indikator penting bahwa kampus mampu menciptakan ekosistem pengembangan diri yang utuh, mencakup aspek intelektual, emosional, dan fisik,” tambahnya.
Bagi Lince, medali emas tersebut merupakan hasil dari latihan intensif dan disiplin yang dia jalani. Ia berambisi terus meningkatkan performa sebagai atlet tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa aktif.
“Prestasi ini menjadi pengingat bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Saya ingin terus berkembang, tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai mahasiswa,” kata Lince.
Mahasiswi angkatan 2024 ini mengajak rekan sejawatnya untuk berani mengeksplorasi potensi diri di luar ruang kelas. Ia meyakini keberanian menghadapi tantangan baru akan memperkaya pengalaman hidup di masa depan.
“Saya berharap pencapaiannya dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengembangkan potensi diri di berbagai bidang,” tuturnya. [ipl/but]






