Pamekasan (beritajatim.com) – Penyelesaian akhir alias finishing masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Madura United FC, khususnya guna menjaga asa segera keluar dari zona merah degradasi pada kompetisi Super League 2025-2026.
Hal tersebut dapat dilihat kala Laskar Sape Kerrab menyerah 1-3 dari Borneo FC pada pekan ke-26 Super League, di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (5/4/2026) lalu.
Pada laga tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu sebenarnya jauh lebih unggul dalam hal tembakan ke arah gawang, yakni mencapai 24 tembakan. Namun, dari jumlah itu hanya enam tembakan yang tepat sasaran. Sementara Pesut Etam hanya menciptakan 12 tembakan ke arah gawang, dan empat di antaranya tepat sasaran
“Melawan Borneo bukan hal mudah, apalagi mereka merupakan tim besar yang memiliki peluang besar menjadi juara musim ini. Namun yang pasti, persiapkan sudah kita lakukan maksimal, tapi hasilnya belum memuaskan,” kata Karateker Madura United FC, Rakhmad Basuki.
Bahkan juru taktik yang akrab disapa Coach RB mengaku kegagalan timnya tidak lepas dari beberapa faktor, terutama finishing yang belum maksimal. “Kami rasa efektivitas di depan gawang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi,” ungkapnya.
“Itu yang perlu kita perbaiki ke depan agar saat latihan lebih ditingkatkan lagi, karena memang banyak pemain ketika melakukan finishing di latihan kurang serius, padahal latihan yang serius ini yang kita bawa ke pertandingan,” tegasnya.
Sekalipun kembali mendapatkan hasil minor, pihaknya tetap optimistis timnya masih memiliki peluang untuk bangkit. “Kita masih ada 8 (delapan) pertandingan lagi, kita masih punya peluang lolos (degradasi). Sehingga fokus dan kerja keras akan menjadi kunci dalam 8 laga tersisa,” pungkasnya.
Selanjutnya, tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura, dijadwalkan kembali menjalani laga pekan ke-27 Super League, menghadapi Persik Kediri, di SGMRP Pamekasan, Sabtu (11/4/2026) mendatang. [pin/kun]






