Kediri (beritajatim.com) – Persik Kediri harus puas berbagi poin usai ditahan imbang Persijap Jepara tanpa gol dalam lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Brawijaya, Senin (6/4) sore, berakhir dengan skor 0-0.
Sejak peluit awal, Persik tampil menekan dan mendominasi jalannya pertandingan. Bahkan pada menit ke-28, Jose Enrique sempat mencetak gol yang membuat publik tuan rumah bersorak. Namun, gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan posisi offside.
Peluang emas kembali datang pada menit ke-60 melalui titik penalti. Sayangnya, Jose Enrique yang maju sebagai eksekutor gagal memaksimalkan kesempatan setelah tendangannya berhasil ditepis kiper Persijap.
Pelatih Persik, Marcos Reina Torres, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai timnya layak meraih kemenangan, namun kurang beruntung dalam momen krusial.
“Kami merasa pantas mendapatkan tiga poin. Ada satu gol dianulir dan penalti yang gagal. Ini soal keberuntungan, dan hari ini bukan milik kami,” ujarnya.
Meski begitu, Marcos tetap mengapresiasi performa timnya yang dinilai tampil solid, termasuk mampu menjaga clean sheet sepanjang pertandingan.
Ia juga mengungkapkan bahwa timnya tengah menghadapi persoalan kebugaran pemain. Beberapa pemain absen akibat cedera maupun akumulasi kartu, termasuk Ezra Walian yang masih mengalami cedera.
Meski kondisi skuad belum sepenuhnya ideal, Marcos melihat situasi ini sebagai peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitasnya di lapangan.
Hasil ini membuat Persik Kediri harus puas dengan tambahan satu poin, meski secara permainan dinilai lebih layak mengamankan kemenangan di kandang sendiri. [nm/ian]






