Ponorogo (beritajatim.com) – Tahapan akhir keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Ponorogo kian matang. Hingga awal April 2026, kesiapan administrasi dan teknis dilaporkan telah menyentuh angka 90 persen.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ponorogo, Marjuni memastikan, mayoritas dokumen perjalanan milik jemaah sudah rampung. Hal itu menjadi penanda bahwa proses menuju keberangkatan tinggal menunggu hari.
“Terkait persiapan pemberangkatan jemaah haji Ponorogo sudah mencapai 90 persen. Karena seluruh persiapan dokumen perjalanan haji sudah disiapkan,” kata Marjuni, Senin (6/4/2026).
Total ada 565 CJH asal Bumi Reog yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Mereka tergabung dalam gelombang pertama dan terbagi ke dalam 2 kelompok terbang (kloter), yakni kloter 19 dan 20 Embarkasi Surabaya. “Jemaah haji Ponorogo masuk gelombang pertama kloter Sub 19 dan 20,” ungkap Marjuni.
Secara komposisi, kloter 19 akan diisi penuh oleh jemaah asal Ponorogo sebanyak 380 orang ditambah petugas haji. Sementara sisanya masuk kloter 20 dan bergabung dengan jemaah dari Magetan serta Sidoarjo.
Jadwal keberangkatan pun telah disusun rinci. Untuk kloter Sub 19, jemaah akan diberangkatkan pada 26 April pukul 01.00 WIB dini hari. Mereka ditargetkan sudah tiba dan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pukul 06.00 WIB.
Sedangkan kloter Sub 20 diberangkatkan pada hari yang sama, namun dengan jeda waktu. Rombongan ini akan berangkat pukul 07.30 WIB dan dijadwalkan masuk asrama pada pukul 12.00 WIB.
“Terkait waktu yang panjang ini, maka kalau kita berangkatkan bersama-sama mestinya jemaah haji kurang berkenan. Lebih baik kloter 20 itu istirahat dulu di rumah,” tegasnya.
Pengaturan jeda waktu ini bukan tanpa alasan. Selain untuk kenyamanan jemaah, terutama lansia, juga agar tidak terjadi penumpukan saat proses masuk asrama. Menariknya, seluruh jemaah yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar lama.
Mereka tercatat mendaftar sejak 2012 dan harus menunggu sekitar 14 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
Dengan persiapan yang hampir rampung, fase berikutnya tinggal memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima hingga hari keberangkatan. Kemenhaj Ponorogo berharap seluruh proses berjalan lancar, sehingga jemaah dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk tanpa hambatan berarti. [end/suf]






