Surabaya (beritajatim.com)- Di era sekarang, bekerja atau belajar di depan laptop sudah jadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, tahukah anda bahwa duduk terlalu lama bisa membawa berbagai risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele? Banyak pekerja kantoran bahkan menghabiskan lebih dari 6 jam sehari hanya untuk duduk.
Salah satu risiko utama duduk terlalu lama adalah memicu penyakit jantung dan pembuluh darah. Duduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme dan mengganggu aliran darah, terutama di bagian kaki. Orang yang duduk lebih dari 4 jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang lebih aktif.
Selain itu, keluhan juga sering muncul pada punggung, leher, dan bahu. Posisi duduk yang salah, seperti membungkuk saat melihat layar, bisa menyebabkan otot tegang dan nyeri. Kondisi ini bahkan bisa memicu text neck syndrome, yaitu rasa kaku pada leher akibat terlalu lama menunduk.
Mata juga tidak luput dari dampaknya. Menurut informasi kesehatan dari Alodokter, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) atau kelelahan mata digital. Gejalanya meliputi mata kering, perih, hingga penglihatan kabur. Hal ini terjadi karena saat menatap layar, anda cenderung jarang berkedip.
Selain itu, kebiasaan ini juga dapat mengganggu kualitas tidur. Paparan cahaya biru dari layar laptop dapat menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, tidur anda menjadi kurang nyenyak dan tubuh terasa lelah saat bangun.
Meskipun begitu, risiko ini bisa dikurangi dengan langkah sederhana. Pastikan posisi duduk anda, layar laptop sejajar dengan mata, punggung tersandar dengan baik, dan kaki menapak di lantai.
Jangan lupa juga untuk beristirahat sejenak. Lakukan peregangan ringan setiap 1-2 jam agar tubuh tetap fleksibel. Untuk menjaga kesehatan mata, terapkan aturan “20-20-20”, yaitu setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Dengan tetap aktif bergerak, anda bisa tetap produktif tanpa khawatir kondisi tubuh terganggu. Jadi, pastikan anda menyempatkan untuk berdiri dan bergerak, meski hanya sebentar. [Wakhdah Alisa Berliana]






