Banyuwangi (beritajatim.com) – Kemacetan yang terjadi di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang berhasil diurai. Saat ini, lalu lintas di jalan nasional Situbondo-Banyuwangi terpantau kembali lancar.
Diketahui, sebelumnya kemacetan di Pelabuhan Ketapang terjadi selama sepekan, terhitung sejak 28 Maret. Kemacetan akhirnya terurai sejak Sabtu (4/4/2026) dan tetap lancar hingga Minggu (5/4/2026) pagi.
Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah, bersyukur kondisi jalur utama kini telah normal dan bisa dilalui tanpa hambatan. Ia menyebut antrean kendaraan logistik sudah masuk pelabuhan dengan lancar.
“Kami sudah memastikan bahwasannya antrean kemacetan yang terjadi saat ini benar-benar sudah clear, sudah terurai. Sehingga para sopir truk logistik sudah mendapat kenyamanan,” ujar Slamet.
Slamet juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparat yang telah bekerja keras mengurai kemacetan yang sempat mengular hingga 15 kilometer. Sopir truk logistik menjadi salah satu pihak yang paling terdampak dalam kondisi tersebut.
Di sisi lain, ia meminta pemerintah pusat untuk segera membenahi sarana dan prasarana di Pelabuhan Ketapang agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, terutama saat lonjakan arus kendaraan.
“Tolong negara hadir untuk ini, karena ini untuk kemaslahatan masyarakat luas,” tegasnya.

Pengurus ASLI, Farid Hidayat, menjelaskan kemacetan dipicu tingginya volume kendaraan logistik yang hendak menyeberang ke Bali, ditambah keterbatasan fasilitas penyeberangan di pelabuhan.
Menurutnya, kemacetan di Pelabuhan Ketapang bukan hanya terjadi saat Lebaran 2026, tetapi juga kerap berulang saat momen libur panjang.
“Jika ini tidak dievaluasi, ke depan akan mengalami kemacetan yang lebih parah, karena memang tingginya intensitas kendaraan logistik,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah petugas di lapangan yang aktif mengatur arus kendaraan di kantong parkir, sekaligus membantu para sopir dengan membagikan makanan dan minuman.
“Kami dari asosiasi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas di lapangan selama penanganan kemacetan,” pungkasnya. [ayu/but]






