Bondowoso (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menetapkan tiga nama kandidat Ketua DPC PKB Bondowoso dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Ijen View, Sabtu (4/4/2026).
Ketiga nama tersebut merupakan kader yang saat ini duduk sebagai legislator, yakni Ahmad Dhafir (Ketua DPC PKB Bondowoso Incumbent sekaligus Ketua DPRD Bondowoso), Tohari (Ketua Fraksi PKB DPRD Bondowoso dan Sekretaris DPC), serta Ubaidilah (anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan Ketua Garda Bangsa Jawa Timur).
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB, Anggia Ermarini, menjelaskan bahwa penentuan nama-nama kandidat tersebut merupakan hasil pemetaan yang dilakukan oleh DPP bersama DPW PKB, dengan tetap berkomunikasi dengan jajaran pengurus di tingkat cabang.
“Daftar calon ketua DPC sudah diputuskan, itu hasil dari pemetaan DPP sama DPW. Kita tawarkan ke forum Muscab, apakah ada masukan nama lain selain itu,” ujarnya, Sabtu siang.
Menurut Anggia, mekanisme Muscab kali ini berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan voting. Perubahan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam Muktamar PKB di Bali, yang menegaskan bahwa Muscab bukan lagi forum kontestasi yang berpotensi memecah belah internal partai.
“Forum Muscab itu bukan untuk saling membuat faksi-faksi, tetapi untuk konsolidasi supaya lebih solid. Mekanismenya musyawarah untuk mufakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun tiga nama sudah diajukan, forum Muscab tetap membuka ruang bagi peserta untuk memberikan masukan, termasuk mengusulkan nama lain dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).
“Kalau di forum ada yang tidak setuju atau punya catatan terhadap nama yang ada, itu diperbolehkan dan menjadi konsiderasi kami. Bahkan jika ada usulan nama lain dari bawah, juga dipersilakan,” tambahnya.
Namun pantauan di dalam forum, tidak ada usulan lanjutan dari peserta muscab. Sehingga data calon yang dikirim ke DPP berarti hanya 3 nama tersebut.
Anggia juga memastikan bahwa dalam proses penentuan ketua DPC, DPP tetap mempertimbangkan berbagai masukan, termasuk dari kalangan kiai dan tokoh kultural yang selama ini menjadi bagian penting dalam PKB. “Tentu kami mempertimbangkan masukan dari kiai kultur,” tegasnya.
Terkait waktu pengumuman ketua DPC terpilih, Anggia menyebutkan bahwa proses masih berlangsung seiring pelaksanaan Muscab di berbagai daerah di Indonesia. Penetapan akan dilakukan oleh DPP setelah seluruh tahapan selesai.
“Ini masih proses Muscab. Nanti DPP yang menyiapkan. Setelah ketua terpilih, baru dibahas struktur lainnya seperti sekretaris dan bendahara,” pungkasnya. (awi/ted)






