Bondowoso (beritajatim.com) – Seorang pengendara sepeda motor bernama Sodiqil Hafili nyaris kehilangan nyawa setelah kendaraannya terjatuh ke sungai di Jembatan Koncer Gentengan, Kabupaten Bondowoso, pada Sabtu (4/4/2026) dini hari. Insiden menegangkan yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB ini diduga kuat dipicu oleh rasa kantuk berat yang dialami korban saat melintasi jalur tersebut.
Peristiwa bermula ketika korban sedang dalam perjalanan pulang usai menjenguk anggota keluarganya yang tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit pada pukul 02.00 WIB. Memasuki area jembatan setengah jam kemudian, korban diduga kehilangan konsentrasi akibat kelelahan fisik, yang menyebabkan laju kendaraannya tak terkendali hingga terperosok ke bawah jembatan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, mengonfirmasi bahwa korban berhasil menyelamatkan diri meski sepeda motornya terjun bebas ke dasar sungai. Beruntung, posisi tubuh korban tidak ikut terseret jatuh saat kendaraan tersebut terlepas dari kendalinya.
“Korban kehilangan konsentrasi. Motor jatuh ke sungai, namun korban sendiri tidak terikut,” ujar Aries Agung Sungkowo saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (4/4/2026).
Laporan mengenai insiden ini baru diterima oleh tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Bondowoso pada pagi hari melalui aduan masyarakat (Dumas). Merespons informasi tersebut, Unit Jaguar Damkar langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan proses pengangkatan kendaraan dari dasar sungai.
Operasi evakuasi berlangsung selama satu jam, mulai pukul 06.30 hingga 07.30 WIB. Petugas menggunakan peralatan khusus untuk menarik bangkai sepeda motor dari kedalaman sungai dalam kondisi arus yang cukup menantang, namun koordinasi tim yang solid memastikan proses pemindahan berjalan tanpa kendala teknis.
“Petugas kami cepat merespons. Sepeda motor berhasil dievakuasi dari sungai, dan kami juga mengumpulkan data di lapangan,” jelas Aries mengenai kesigapan personelnya di lokasi kejadian.
Keberhasilan evakuasi ini menutup drama kecelakaan tunggal yang hampir merenggut korban jiwa di wilayah Gentengan tersebut. Setelah memastikan area aman dan mendata seluruh kerugian, tim Unit Jaguar kembali ke markas untuk melanjutkan status siaga operasional.
“Alhamdulillah korban selamat. Sepeda motor sudah kami angkat. Selanjutnya petugas kembali siaga seperti biasa,” pungkas Aries.
Pihak berwenang mengimbau para pengguna jalan, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan dini hari, untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah. Kesadaran untuk beristirahat sejenak menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan fatal akibat microsleep atau kantuk di jalan raya. [awi/ian]






