Surabaya, (beritajatim.com) – Titik putih yang muncul pada kuku, yang secara medis dikenal sebagai leukonychia, sering menimbulkan berbagai mitos di kalangan masyarakat. Namun, dalam dunia medis, kondisi ini biasanya menjadi tanda sederhana dari keadaan kesehatan atau aktivitas fisik kita.
Penyebab Utama
1. Cedera Fisik: Penyebab yang paling sering terjadi adalah cedera pada area dasar kuku. Benturan ringan, kebiasaan menggigit kuku, atau tekanan saat perawatan kuku bisa meninggalkan bekas putih yang hanya terlihat saat kuku tumbuh.
2. Reaksi Alergi: Kontak dengan bahan kimia dalam produk kecantikan seperti cat kuku, penguat kuku, atau penghapus cat kuku dapat menyebabkan kemunculan titik-titik ini.
3. Infeksi Jamur: Infeksi jamur pada kuku (superficial white onychomycosis) dapat muncul sebagai bintik putih yang jika dibiarkan dapat menyebar, membuat kuku menjadi kasar atau mudah patah.
4. Kurangnya Nutrisi: Meskipun jarang menjadi penyebab utama, kekurangan mineral seperti seng dan kalsium dapat mempengaruhi bentuk dan warna kuku.
Penanganan
Umumnya, titik putih yang disebabkan oleh luka tidak memerlukan perawatan khusus. Titik tersebut akan bergerak naik dengan sendirinya dan hilang bersamaan dengan pertumbuhan kuku, proses ini biasanya berlangsung selama 6 hingga 9 bulan.
Kapan Harus Waspada?
Segera temui dokter jika bintik putih tersebut berubah menjadi garis panjang yang menetap, jika terdapat perubahan warna pada seluruh kuku, atau jika ada perubahan tekstur yang signifikan. Dalam situasi yang jarang, perubahan warna kuku yang drastis dapat menjadi tanda adanya masalah serius dalam fungsi ginjal atau hati.
Menjaga kebersihan kuku serta memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang adalah langkah terbaik untuk menjaga kekuatan dan kesehatan kuku. [Nickma Tsany Byan Leonartha]






