Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 1.800.014 orang wisatawan melancong ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 2025. Pemerintah daerah menyiapkan strategi pengembangan wisata secara bertahap ke depan.
Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember Tahun 2025, ada peningkatan sebesar 577.335 orang dari tahun sebelumnya, yang diikuti peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar 2,08 persen atau Rp 50,87 miliar..
Pemkab daerah menyatakan, sektor pariwisata Jember telah memasuki fase akselerasi baru. “Lonjakan ini tidak terlepas dari dampak pembukaan rute penerbangan langsung, masifnya pertumbuhan industri kreatif restoran dan kafe, serta optimalisasi desa wisata yang mampu menarik minat wisatawan dalam skala yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” demikian Bupati Muhammd Fawait dalam laporannya.
Sepanjang 2025, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan Pemkab Jember untuk mendongkrak sektor pariwisata, di antaranya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi 12 desa wisata di Desa Manggisan, Sidomulyo, Sumberwadung, Panti, Pakis, Kemuning sari lor, Serut, Glagahwero, Kemiri, Gelang, Suci dan Tugusari.
Selain itu, Pemkab Jember juga menyelenggarakan keguatan Jember Adventure Extrem (Javex), Festival Hyang Argopuro, Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI), Jember Fashion Carnival (JFC), Internasional Jember Marching Carnival (IJMC), MTQ XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur, Festival Kaki Gunung Watu Pecah, Festival Pawai Budaya.
Paket tour plantation di Gunung Pasang Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan Jember menarik sejumlah wisatawan asing. Sementara untuk wisata pantai, Pemkab Jember berhasil mengintegrasikan tiket masuk Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma yang selama bertahun-tahun berdiri sendiri.
Hasil integrasi tiket tunggal sebesar Rp 12.500 per pengunjung ini bisa dirasakan dampaknya pada libur lebaran 2026. Tahun sebelumnya hanya ada 736 orang yang berkunjung ke Watu Ulo dan 13.621 ke Papuma.
Sementara berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, pada 21-29 Maret 2026, Papuma dan Watu Ulo dikunjungi 57.806 orang. Angka ini melampaui capaian pada Januari 2026 yang mencatatkan 50.665 kunjungan.
Melihat besarnya potensi wisata ini, Pemkab Jember menargetkan pembangunan empat hingga lima destinasi wisata lagi. “Tahun 2026 kami izin fokus untuk mengembangkan Papua dan Watu Ulo. Tahun 2027 destinasi wisata lain lagi yang akan kita kembangkan, sehingga kita ada yang jadi,” kata Bupati Fawait.
Pemkab Jember membuka ruang diskusi untuk pengembangan potensi wisata di lokasi-lokasi selain Watu Ulo dan Papuma. “Tentu dengan asas-asas keadilan dan lain sebagainya,” kata Gus Fawait. [wir/aje]






