Blitar (beritajatim.com) – Jagat maya sempat dihebohkan dengan keberadaan akun Instagram @Mbah_malik77 yang secara terang-terangan menawarkan jasa ilegal penggugur janin atau aborsi. Namun, setelah menjadi sorotan tajam netizen dan aparat kepolisian, akun tersebut kini mendadak hilang bak ditelan bumi.
Polres Blitar pun bergerak cepat menelusuri dugaan praktik klinis ilegal tersebut untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar langsung melakukan investigasi lapangan.
Berdasarkan hasil penyisiran dan pengumpulan keterangan di titik yang dicurigai, polisi tidak menemukan bukti otentik terkait aktivitas medis ilegal tersebut.
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saeful Muheni, mengonfirmasi bahwa klaim yang diunggah oleh akun tersebut sejauh ini tidak terbukti di lapangan.
“Unit PPA sudah menindaklanjuti keberadaan akun tersebut dengan mencari lokasi praktiknya. Hasilnya, tidak ada petunjuk yang mengarah pada praktik aborsi sebagaimana yang diunggah akun Mbah_malik77,” jelas Muheni.
Pencarian fakta juga menyasar kawasan Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar yang sempat disebut-sebut sebagai basis operasional akun tersebut dilakukan oleh Polres Blitar.

Aparat desa setempat yang dimintai keterangan mengaku terkejut dan menyatakan tidak pernah melihat atau mendengar adanya aktivitas mencurigakan terkait praktik aborsi di wilayah mereka.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik pembuatan akun tersebut. Muncul dugaan kuat bahwa akun tersebut sengaja diciptakan untuk modus penipuan daring (online scam) dengan menyasar orang-orang yang tengah dalam kondisi terjepit.
“Terkait apakah tujuan akun itu untuk penipuan, hal itu masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim kami,” tambah Muheni.
Hilangnya akun @Mbah_malik77 dari kolom pencarian Instagram menjadi sinyal bahwa operator akun tersebut berupaya menghapus jejak digital setelah menyadari adanya pantauan pihak berwajib.
Polres Blitar mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur atau percaya dengan konten-konten yang menawarkan jasa melanggar hukum di media sosial.
“Masyarakat kami harapkan tetap berhati-hati dengan modus modus penipuan seperti itu,” tegasnya.
Sebelumnya Jagat maya warga Blitar mendadak geger. Di tengah ketatnya pengawasan siber, sebuah akun Instagram dengan username Mbah_malik 77 muncul ke permukaan dengan konten yang mengerikan yakni menawarkan jasa aborsi dan transfer janin.
Akun yang mengklaim berlokasi di kawasan Gunung Kawi, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar ini, kini menjadi sorotan tajam warga. Pasalnya akun tersebut secara terang-terangan berani membuka jasa aborsi.
Berdasarkan penelusuran, akun tersebut tidak hanya sekadar menawarkan jasa, tetapi juga membangun narasi kepercayaan melalui 54 unggahan foto dan video yang diklaim sebagai testimoni keberhasilan.
Dalam salah satu unggahannya, pemilik akun bahkan memamerkan tangkapan layar percakapan dengan konsumen, lengkap dengan janji manis pengembalian uang (refund) dua kali lipat jika janin gagal digugurkan.
Akun medsos ini pun membuat resah masyarakat Blitar. Sejumlah masyarakat pun menyayangkan adanya akun medsos menjanjikan bisa aborsi bayi. (owi/but)






