Pasuruan (beritajatim.com) – Arus lalu lintas di jalur utama Pantura Pasuruan menuju Probolinggo mengalami lumpuh total menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan pada Senin (30/3) sore. Genangan air yang meluap dari Daerah Aliran Sungai (DAS) setempat menutup badan jalan raya hingga menyebabkan kendaraan dari kedua arah terjebak kemacetan panjang.
Kondisi jalur nasional yang biasanya padat ini mendadak sunyi dari pergerakan kendaraan karena ketinggian air yang cukup berisiko bagi mesin transportasi. Para pengemudi terpaksa mematikan mesin dan menunggu debit air surut di bahu jalan guna menghindari kerusakan teknis akibat rendaman banjir.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem dengan intensitas lebat lebih dari dua jam menjadi pemicu utama meluapnya air ke jalan raya. “DAS yang berada di Kabupaten Pasuruan mengalami kenaikan dan meluber ke pemukiman, termasuk jalan raya Pantura,” ungkapnya pada Senin (30/3) malam.
Petugas BPBD terus bersiaga di titik-titik krusial untuk mengatur pengalihan arus kendaraan kecil ke jalur alternatif. Evakuasi mandiri juga terlihat dilakukan oleh warga sekitar yang terdampak luapan air di wilayah Desa Masangan dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter di area aspal.
Selain melumpuhkan urat nadi transportasi, banjir kali ini juga merendam pemukiman penduduk di Kelurahan Latek dengan kedalaman yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 170 kepala keluarga di wilayah tersebut terpaksa mengamankan perabotan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi sejak pukul 21.45 WIB.
Sugeng menambahkan bahwa pihaknya tengah memantau intensitas debit air di wilayah hulu guna mengantisipasi kiriman air susulan yang lebih besar. “Wilayah Kabupaten Pasuruan terjadi hujan intensitas lebat lebih dari dua jam, sehingga mengakibatkan beberapa DAS meluber ke pemukiman,” jelasnya merinci penyebab bencana tersebut.
Di Desa Manaruwi, khususnya Dusun Kradenan, ketinggian air dilaporkan menjadi yang paling parah dengan kedalaman menyentuh angka 100 sentimeter di titik terendah. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan membutuhkan bantuan logistik darurat dari posko kebencanaan terdekat.
Tim reaksi cepat terus melakukan patroli menyisir jalur Pantura guna memastikan tidak ada pengendara yang terjebak di tengah genangan air yang dalam. Pemerintah daerah mengimbau para pengguna jalan untuk menunda perjalanan atau mencari jalur aman hingga kondisi cuaca dan debit air di wilayah Bangil benar-benar melandai. (ada/ian)






