Bangkalan (beritajatim.com) – Lebaran Ketupat atau Tellasan Topak merupakan tradisi khas masyarakat Madura yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri.
Selain dikenal sebagai tradisi kuliner dengan sajian khas seperti ketupat, opor ayam, dan topak ladeh, Lebaran Ketupat juga menjadi momentum masyarakat untuk mempererat hubungan keluarga dan mengunjungi sanak saudara.
Tak sedikit pula warga yang memanfaatkan momen tersebut untuk berziarah ke makam keluarga, sementara sebagian lainnya memilih menghabiskan waktu libur bersama keluarga di sejumlah destinasi wisata di Bangkalan.
Melihat tingginya potensi keramaian itu, Polres Bangkalan memfokuskan pengamanan pada lokasi-lokasi yang dinilai rawan kepadatan arus kendaraan maupun konsentrasi massa.
Untuk itu, Polres Bangkalan mengerahkan 203 personel gabungan untuk melakukan pengamanan di berbagai titik strategis, terutama kawasan wisata dan jalur lalu lintas yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kemacetan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif selama perayaan berlangsung.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan bahwa penebalan personel menjadi bagian dari upaya pengamanan terhadap tradisi tahunan yang selalu menyedot aktivitas masyarakat dalam jumlah besar.
“Kami kerahkan 203 personel khusus untuk melakukan patroli dan penjagaan ketat dalam momentum perayaan Lebaran Ketupat ini,” ujar Ipda Agung Intama, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, kepadatan diperkirakan terjadi di sejumlah objek wisata, jalur arteri, serta simpang lalu lintas yang menjadi titik pergerakan masyarakat selama libur Lebaran Ketupat.
“Kami juga memfokuskan pengerahan personel untuk ditempatkan di titik-titik objek wisata dan area simpang lalu lintas yang memiliki potensi tinggi terjadi kemacetan,” tambahnya.
Adapun sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan macet meliputi Pasar Blega, Pasar Galis, Tanah Merah, Patemon, hingga akses menuju Gerbang Jembatan Suramadu.
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, polisi juga menyiapkan tim urai kemacetan yang akan bergerak secara mobile guna mengantisipasi penumpukan kendaraan sewaktu-waktu.
“Sebagai antisipasi tambahan, kami juga telah menyiagakan tim urai kemacetan yang akan bergerak mobile untuk memecah kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan tersebut,” tutup Ipda Agung. [sar/ian]






