Blitar (beritajatim.com) – Ambisi pemerintah menyambungkan jalur ekonomi di pesisir selatan Jawa Timur memasuki fase krusial, seiring progres pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Kabupaten Blitar hingga Kabupaten Malang kini menyisakan titik penyambung utama sepanjang 13 kilometer.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, mengungkapkan bahwa konektivitas JLS di wilayah Blitar sudah mulai terbentuk secara utuh dari arah barat.
Akses dari Tulungagung disebut telah tersambung hingga titik Sumbersih. Namun, masih terdapat satu ruas krusial yang belum rampung, yakni jalur Sumbersih menuju Ringinrejo.
“Yang belum (rampung) ini adalah ruas dari Sumbersih ke Ringinrejo. Ini lumayan panjang, ruasannya sekitar 13 kilometer,” ujar Agus Zaenal saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/3/2026).
Ruas sepanjang 13 kilometer tersebut menjadi potongan penting dalam menyempurnakan konektivitas JLS. Jalur ini akan menentukan kelancaran distribusi logistik sekaligus membuka akses wisata dari wilayah barat menuju pesisir selatan Blitar hingga terhubung ke Malang.
Meski masih menyisakan pekerjaan, progres di titik lain menunjukkan perkembangan positif. Pengerjaan ruas Ringinrejo menuju kawasan wisata Pantai Jolo Sutro dipastikan mulai berjalan tahun ini.
“Untuk Ringinrejo dan Jalur Jolo Sutro, insya Allah tahun ini dilaksanakan. Saat ini posisinya sudah dalam tahap pelaksanaan,” imbuh Agus.
Pembangunan juga terus bergeser ke arah timur. Jalur dari Jolo Sutro menuju batas Malang saat ini tengah dikerjakan secara intensif untuk memastikan konektivitas antardaerah dapat segera terwujud.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka pada akhir tahun 2026 progres JLS di wilayah Blitar akan semakin mendekati tuntas, dengan hanya menyisakan ruas Sumbersih–Ringinrejo yang belum sepenuhnya tersambung.
“Jadi insya Allah kalau lancar semuanya, mulai tahun ini nanti, dari total panjang jalan yang ada, tinggal menyisakan ruas Sumbersih-Ringinrejo sepanjang 13 km itu yang belum tersambung sepenuhnya,” jelasnya.
Keberadaan JLS diharapkan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Blitar yang selama ini tertinggal dibanding wilayah utara. Jalur ini tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga membuka akses menuju deretan wisata pantai yang selama ini belum tergarap maksimal.
Dengan terbukanya konektivitas pesisir selatan, arus distribusi barang dan mobilitas wisatawan diproyeksikan meningkat signifikan, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perbatasan Malang. [owi/beq]






