Ponorogo (beritajatim.com) – Aksi penganiayaan sadis terjadi di sebuah warung nasi pecel di Kecamatan Sambit, Ponorogo. Seorang perempuan menjadi korban setelah diserang secara brutal oleh pelaku menggunakan pisau. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam saat korban tengah bekerja.
“Jadi kejadiannya pada Minggu malam yang lalu, ya H+1 Lebaran,” Kapolsek Sambit AKP Badri, Rabu (25/3/2026).
Kejadian bermula dari upaya pelaku yang berinisial NT yang ingin bertemu korban yang berinisial SJ untuk membicarakan persoalan pribadi. Namun, saat bertemu di lokasi kerja korban, situasi justru memanas karena korban menghindari pembicaraan. Kondisi tersebut memicu emosi pelaku hingga berujung tindakan kekerasan.
“Pelaku menghubungi korban, meminta untuk membicarakan urusan pribadi yaitu tentang hubungan pernikahan yang dibina secara siri yang telah berjalan,” terang AKP Badri.
Pelaku yang sudah tersulut emosi kemudian melakukan penganiayaan. Dia menyerang korban dengan tangan kosong hingga menggunakan pisau yang dibawa dari rumah. Korban mengalami lima kali tebasan di bagian tubuh vital hingga tersungkur bersimbah darah.
“Pelaku melakukan penganiayaan kepada korban, dengan cara mengambil sebilah pisau dengan bergagang coklat dengan panjang 33cm yang dibawa dari rumah dan ditebaskan ke tubuh bagian kepala, punggung, pundak serta dada korban, sebanyak 5x tebasan,” tegas AKP Badri.
Korban yang terluka langsung dilarikan ke RSUD dr. Hardjono Ponorogo untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya. Peristiwa ini sempat membuat panik pemilik warung dan warga sekitar. “Korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Hardjono Ponorogo untuk mendapatkan perawatan luka,” pungkasnya. (end/kun)






