Ponorogo (beritajatim.com) – Antisipasi lonjakan kebutuhan elpiji bersubsidi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 dilakukan dengan langkah konkret. Pasokan LPG 3 kilogram di Ponorogo diperkuat dengan tambahan puluhan ribu tabung untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gejolak.
Sales Branch Manager (SBM) Kediri IV Gas Pertamina, Gatot Subroto, mengatakan penambahan pasokan dilakukan secara bertahap mulai Selasa (17/3/2026) hingga mendekati Lebaran, dengan jadwal distribusi tambahan pada 17, 19, dan 22 Maret 2026.
“Penambahan dilakukan mulai hari ini, lalu tanggal 19 dan 22. Totalnya sekitar 70.560 tabung tambahan,” kata Gatot saat meninjau SPBE di Jalan DI Panjaitan Ponorogo, Selasa siang.
Ia menjelaskan, rata-rata distribusi harian LPG 3 kg di wilayah Ponorogo mencapai 29.820 tabung. Dengan tambahan tersebut, pasokan selama periode Lebaran diharapkan tetap stabil dan mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Kami harap ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, jadi tidak perlu panik,” ungkapnya.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi agar harga tetap sesuai ketentuan. Pengawasan distribusi diperketat guna mencegah penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Di pangkalan resmi wajib Rp 18 ribu sesuai HET. Kalau ada yang menjual di atas itu, silakan laporkan ke pemda atau ke kami, nanti akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan pangkalan yang memiliki stok namun tidak menyalurkan ke konsumen. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi tetap lancar hingga tingkat bawah.
“Kalau ada pangkalan yang stoknya ada tapi tidak dijual, segera informasikan. Kami sudah instruksikan agar penjualan langsung ke konsumen sesuai HET,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, memastikan ketersediaan LPG dalam kondisi aman setelah meninjau langsung proses produksi di SPBE. Penambahan pasokan dinilai menjadi langkah strategis untuk meredam kekhawatiran masyarakat.
“Kami melihat langsung produksinya. Terima kasih karena ada penambahan, sehingga di Ponorogo tidak ada kekurangan atau kelangkaan LPG 3 kg menjelang Idul Fitri,” kata Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita.
Ia mengakui sempat menerima laporan terkait kelangkaan LPG di masyarakat. Namun setelah pengecekan di lapangan, stok dinyatakan mencukupi dengan tambahan pasokan yang terus masuk.
“Kemarin sempat ada masukan LPG langka, tapi kenyataannya bahannya banyak sekali. Contoh hari ini ada tambahan sekitar 7.200 tabung, jadi totalnya jadi sekitar 35 ribu tabung,” jelasnya.
Dengan tambahan puluhan ribu tabung dan distribusi bertahap, Pemerintah Kabupaten Ponorogo optimistis kebutuhan LPG 3 kg masyarakat akan tercukupi selama momen Lebaran. Warga diimbau tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan agar distribusi merata. [end/beq]






