Surabaya (beritajatim.com) – Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kota Surabaya memperkuat langkah pengembangan olahraga domino dengan menjalin kolaborasi bersama berbagai tokoh daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, untuk bergabung sebagai dewan penasihat organisasi tersebut.
“Domino ini bukan sekadar permainan biasa. Di dalamnya ada unsur strategi, konsentrasi, dan kemampuan membaca situasi. Karena itu, saya melihat domino bisa menjadi olahraga olah otak yang menarik jika dikembangkan secara terorganisasi,” ujar Fathoni.
Audiensi antara pengurus ORADO Surabaya dan Arif Fathoni berlangsung di ruang Wakil Ketua DPRD Surabaya, Senin (16/03/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi untuk memperkenalkan ORADO sekaligus memperluas dukungan terhadap pengembangan domino sebagai olahraga yang edukatif.
“Kami ingin memperkenalkan ORADO sekaligus memperluas dukungan agar olahraga domino bisa berkembang lebih baik dan diterima masyarakat sebagai olahraga yang positif,” kata Ketua ORADO Surabaya, Rio Gahari.
Rio menjelaskan kepengurusan ORADO Surabaya berasal dari berbagai latar belakang profesi. Keberagaman tersebut dinilai menjadi kekuatan organisasi dalam membangun jaringan pembinaan olahraga domino di masyarakat.
“Kepengurusan kami cukup beragam. Ada pengusaha, notaris, profesional, karyawan, atlet, bahkan buruh juga ada. Dengan komposisi ini kami berharap ORADO Surabaya bisa berkembang dan memberi kontribusi bagi olahraga domino,” katanya.
Menurut Rio, ORADO juga memiliki misi mengubah pandangan masyarakat terhadap permainan domino. Dia menyebut domino sebenarnya merupakan olahraga olah pikir yang menuntut strategi serta kemampuan membaca permainan.
“Selama ini domino sering dipandang negatif. Padahal, sebenarnya ini olahraga yang menguji strategi, kemampuan membaca permainan, dan daya ingat,” jelasnya.
Fathoni menyambut baik upaya ORADO Surabaya membangun organisasi secara lebih terstruktur. Dia menyatakan siap memberikan dukungan agar domino dapat berkembang sebagai olahraga yang rekreatif sekaligus kompetitif.
“Saya mengapresiasi langkah teman-teman ORADO Surabaya yang ingin membangun organisasi secara serius sekaligus mengubah stigma negatif terhadap domino. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi olahraga yang rekreatif sekaligus kompetitif,” katanya.
Dia berharap ORADO Surabaya dapat menggelar berbagai kegiatan pembinaan dan turnamen domino. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk melahirkan atlet domino dari Surabaya yang mampu berprestasi di tingkat lebih luas.
“Harapannya ORADO bisa menjadi wadah pembinaan dan ke depan mampu melahirkan atlet-atlet domino dari Surabaya yang bisa berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. [asg/kun]






