Banyuwangi (beritajatim.com) – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menambah dermaga guna meningkatkan kapasitas angkut pada rute penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk. Usulan tersebut disampaikan saat meninjau langsung arus lalu lintas di Pelabuhan Ketapang menjelang Hari Raya Idulfitri, Senin (16/3/2026).
Menurut Bambang Haryo Soekartono, lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk merupakan jalur antarpovinsi yang sangat vital karena menjadi penghubung utama antara Jawa dan Bali. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas layanan penyeberangan dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Saat meninjau kondisi di lapangan, BHS melihat adanya penumpukan penumpang yang cukup tinggi di kawasan Pelabuhan Ketapang hingga Gilimanuk. Ia menilai permasalahan utama yang terjadi bukan terletak pada jumlah armada kapal, melainkan keterbatasan jumlah dermaga yang tersedia.
“Permasalahan tersebut harus menjadi satu perhatian pemerintah. Terlebih saat ini momen Lebaran berdekatan dengan Nyepi. Sehingga masyarakat yang mudik ataupun yang akan berpergian menumpuk termasuk yang akan berwisata hingga logistik industri,” ujarnya.
BHS mengungkapkan kapasitas dermaga yang ada saat ini belum mampu mengakomodasi seluruh potensi operasional kapal secara maksimal. Ia menyebut dermaga yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 60 persen dari total potensi layanan kapal.
“Oleh sebab itu 40 persen masih belum tertampung di dermaga dan bisa dioperasikan, ini tahun depan diharapkan ada peningkatan dermaga,” jelasnya.
Ia menambahkan, penambahan jumlah kapal sebenarnya belum menjadi kebutuhan mendesak. Saat ini terdapat sekitar 20 kapal yang tidak dapat beroperasi karena keterbatasan dermaga untuk sandar.
“Inilah yang harus cepat ditangani oleh pemerintah. Empat puluh persen kapal bisa dioperasikan secara maksimal di tahun yang akan datang,” kata dia.
Selain untuk memperlancar arus penyeberangan, BHS juga menilai penambahan dermaga menjadi semakin penting seiring rencana tersambungnya Tol Probowangi dalam beberapa tahun mendatang. Infrastruktur tersebut diperkirakan akan meningkatkan arus kendaraan menuju Banyuwangi dan Bali.
Dengan meningkatnya konektivitas tersebut, arus wisatawan dari Banyuwangi menuju Bali maupun sebaliknya juga diperkirakan akan terus bertambah.
“Permasalahan ini yang harus diantisipasi secepat mungkin. Dengan adanya penambahan dermaga diharapkan bisa menjadi penambahan kapasitas angkut dan memperlancar arus,” tandasnya. [alr/beq]






