Kediri (beritajatim.com) – Dua kali ledakan keras yang diduga berasal dari timbunan bubuk mercon mengguncang Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri pada Minggu (15/3/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian atap dan dapur rumah milik Gus Yasin (60). Beruntung, pemilik rumah yang saat itu sedang berada di dalam bangunan berhasil selamat tanpa luka meskipun suara ledakan terdengar hingga radius yang cukup jauh.
Kepala Desa Karangtengah, Sukarmanto Wijaya mengatakan, dirinya mendapat laporan adanya ledakan tersebut dari Bhabinkamtibmas dan langsung menuju lokasi sekitar pukul 23.30 WIB.
“Kalau kejadian kemarin itu, saya kan dihubungi oleh Pak Babin maupun Kabtimas, katanya ada ledakan, saya datang ke sini diperkirakan jam 11.30 malam,” ujarnya, pada Senin (16/3/2026).
Menurut Sukarmanto, penghuni rumah yang merupakan seorang petani lanjut usia tersebut tidak mengetahui keberadaan bahan peledak di kediamannya.
“Ada penghuninya, cuma penghuninya itu ampunan sanget ya, usianya sudah lanjut. 60 tahun lebih, tapi kondisinya masih pijangan. Jadi, yang punya rumah sendiri tidak tahu kalau ledakan itu dari mana,” terangnya.
Tim Gegana Korps Brimob Polda Jatim bersama jajaran Polres Kediri langsung melakukan sterilisasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Kandangan, Iptu Winarto Sismowiharyo memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun penyelidikan terhadap pelaku terus dilakukan.
“Akibat ledakan tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan pada rumah saja dan pelaku masih dalam penyelidikan,” ujar Winarto.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bahan peledak seberat sekitar 3.300 gram tersebut diduga dibeli secara daring dengan sistem cash on delivery (COD) pada 3 Maret 2026. Bahan mentah petasan tersebut diketahui ditimbun di dalam tanah di bagian belakang rumah korban. Petugas bahkan menemukan gundukan tanah lain yang diduga masih menyimpan sisa bubuk mercon.
“Itu masih belum bisa teridentifikasi karena masih belum ketemu juga, karena masih penyelidikan karena di belakang itu memang ada gundukan-gundukan tanah yang diperkirakan bubuk mercon yang ditanam di sana, ditanam di dalam. Tapi tadi kita masih belum bisa menggalinya karena kami juga butuh ahlinya untuk bisa melihat ini,” jelas Iptu Winarto.
Dari hasil pengembangan, polisi telah mengamankan dua orang pemuda dari wilayah Kecamatan Badas yang diduga terlibat dalam pembelian bahan berbahaya tersebut. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kediri.
“Sesuai dengan temuan semalam bahwa ada COD-an itu, kita telusuri sampai ke wilayah Badas dan kami mengamankan kurang lebih dua orang anak yang diduga sebagai pembeli bubuk tersebut,” ungkapnya.
Pihak kepolisian kembali memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak bermain-main dengan bahan peledak, terutama menjelang hari besar keagamaan, karena risiko bahaya yang sangat tinggi bagi keselamatan jiwa dan harta benda.
“Kami tidak bosan-bosannya sudah menyampaikan bahwa jangan sampai melakukan aktivitas penyimpanan ataupun jual beli mercon. Maka dari itu sudah ada buktinya, sudah ada. Bukti nyata agar masyarakat bisa lebih waspada lagi untuk mercon ini untuk tidak diperjualbelikan,” pungkasnya. [nm/kun]






