Jember (beritajatim.com) – Polisi menyegel Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) 54.681.11 di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026), menyusul adanya transaksi ilegal bio solar bersubsidi.
Penyegelan dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Resor Jember Komisaris Ferry Dharmawan dengan disaksikan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Gerindra Bambang Haryadi, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Wahyudi Anas, dan Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD Jember David Handoko Seto.
“Tadi malam ada rangkaian kegiatan dugaan penyalahgunaan BBM dari subsidi ke non subsidi. Tentunya berkolaborasi dengan DPR RI, kami sepakat SPBU ini akan kami segel dulu sementara waktu untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Ferry.
Dari hasil sementara cek lapangan yang dilakukan bersama, Ferry menemukan adanya kejanggalan di SPBU tersebut. “Namun demikian itu tetap harus kita buktikan secara scientific crime investigation. Tentunya kami akan terus mengusut siapa yang ada di balik ini,” katanya.
Ferry menjamin tidak akan melindungi oknum-oknum aparat penegak hukum dan pemerintahan jika memang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi. “Pasti akan langsung kita tindak,” katanya.
Transaksi bio solar bersubsidi ilegal itu dipergoki pertama kali oleh Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD Jember David Handoko Seto, pada Sabtu dini hari. Namun David gagal menangkap pelaku dan truk pengangkut BBM bersubsidi itu, kendati sempat mengejarnya bersama polisi sejauh puluhan kilometer hingga Kecamatan Ambulu.
Atas nama Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya DPR RI, Bambang Haryadi mendukung penuh polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Kami minta atensi dan kami akan berkoordinasi dengan Kapolri dan teman-teman Komisi III DPR RI,” katanya.
Bambang berjanji mengawasi penyelesaian kasus tersebut. “Saya yakin hal semacam ini tidak hanya satu, pasti banyak. Kami minta ini jadi satu trigger untuk ke depan tidak boleh lagi ada penyimpangan BBM,” katanya.
“Kasihan rakyat di bawah. Saya minta kepolisian jangan takut, mau apapun dan siapapun, lawan. Kami akan ada di belakang, dan kami akan laporkan ke presiden hal-hal kayak begini,” kata Bambang. [wir]






