Gresik (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan program pemberdayaan senilai Rp7,6 miliar lebih kepada masyarakat Kabupaten Gresik.
Bantuan tersebut disalurkan dalam kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H yang digelar di Pendopo Alun-Alun Gresik. Usai penyerahan bantuan, rombongan juga meninjau kegiatan pasar murah di Pudak Galeri Gresik.
Program bantuan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas, lansia, pilar sosial, hingga desa penerima program pemberdayaan. Beberapa program yang disalurkan antara lain Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), PKH Plus bagi lansia, bantuan kemiskinan ekstrem, hingga pemberdayaan BUMDesa dan program Desa Berdaya.
Total bantuan Rp7,6 miliar tersebut berasal dari berbagai sumber. Dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp3,44 miliar, BUMD Provinsi Jawa Timur Rp25 juta, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur Rp736,9 juta, serta bantuan keuangan desa sebesar Rp3,4 miliar.
Secara rinci, bantuan dari Dinas Sosial Jawa Timur mencakup PKH Plus bagi 1.202 keluarga senilai Rp2,4 miliar, bantuan kemiskinan ekstrem bagi 116 jiwa sebesar Rp174 juta, serta bantuan sosial penyandang disabilitas untuk 136 penerima dengan total Rp489,6 juta.
Selain itu, terdapat pula bantuan permakanan untuk lansia melalui LKS LU sebesar Rp128,1 juta, bantuan KIP PPKS Jawara, serta bantuan operasional dan tali asih bagi pilar sosial seperti TKSK dan Tagana.
Sementara dari unsur BUMD Provinsi Jawa Timur, bantuan disalurkan melalui zakat produktif kepada 50 penerima manfaat dengan total Rp25 juta.
Adapun dari Dinas PMD Jawa Timur, bantuan sebesar Rp736,9 juta disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan desa. Di antaranya program BUMDesa untuk empat desa senilai Rp400 juta, program Desa Berdaya untuk dua desa sebesar Rp200 juta, serta program Jatim Puspa untuk satu desa senilai Rp91,9 juta.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi Pemprov Jatim atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Gresik, terlebih bantuan tersebut disalurkan di bulan Ramadan.
“Di bulan yang penuh berkah ini, alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi bersama Ibu Gubernur Jawa Timur. Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat Gresik, kami menerima program-program bantuan ini dengan penuh rasa syukur,” ujar Bupati Yani.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program pelayanan hingga ke tingkat desa.
“Kami meyakini bantuan sosial ini akan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Skema seperti ini juga sangat baik dan bisa kami adaptasi melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga,” tambahnya.
Usai penyerahan bantuan, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur di Pudak Galeri Gresik. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menyapa masyarakat yang berbelanja serta menyerahkan bantuan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para lansia dan telur ayam kepada masyarakat yang datang bersama anak kecil.
Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah digelar untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri. “Kita ingin memastikan stabilisasi harga, pengendalian inflasi, dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harganya,” ujar Khofifah.
Ia juga memastikan stok pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman menjelang Lebaran. “Kita memiliki stok yang aman untuk persiapan Idulfitri. Sekarang yang perlu dipastikan adalah distribusinya berjalan lancar,” pungkas Khofifah. (dny/kun)






