Ponorogo (beritajatim.com) – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ponorogo mulai mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret mendatang.
Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi yang dilakukan serentak di berbagai daerah di Jawa Timur. Melalui muscab ini, struktur kepengurusan partai di tingkat kabupaten diharapkan semakin solid dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Sekretaris DPC PKB Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan bahwa jadwal pelaksanaan muscab sudah ditentukan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB. Keputusan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur agar seluruh DPC melaksanakan agenda organisasi tersebut sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Menurutnya, sebagai kepanjangan tangan dari DPP, pengurus di daerah wajib mengikuti arahan yang telah digariskan oleh pimpinan partai di tingkat pusat.
“Pelaksanaan muscab ini sudah dijadwalkan oleh DPP dan ditindaklanjuti oleh DPW. Karena DPC merupakan kepanjangan tangan dari DPP, maka kita mengikuti arahan tersebut,” jelas Dwi Agus Prayitno, Rabu (11/3/2026).
Kang Wie sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa musyawarah cabang tidak hanya digelar di Ponorogo saja. Sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur juga akan melaksanakan agenda yang sama dalam waktu yang relatif berdekatan. Hal itu dilakukan agar proses konsolidasi organisasi partai di tingkat daerah dapat berjalan serentak dan lebih terarah.
Menjelang pelaksanaan muscab, jajaran pengurus partai di tingkat kecamatan hingga kabupaten juga mulai mengikuti kegiatan sosialisasi dan konsolidasi yang digelar oleh DPW PKB Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyamakan persepsi terkait mekanisme pelaksanaan musyawarah cabang. Selain itu, pengurus di daerah juga diberikan penjelasan mengenai tahapan dan prosedur yang harus dilalui selama proses muscab berlangsung.
“Dalam kegiatan ini nanti juga ada sosialisasi terkait mekanisme pelaksanaan muscab. Pesertanya berasal dari PAC-PAC, sehingga tahapan dan prosesnya akan dijelaskan secara detail,” katanya.
Sementara itu, Bendahara DPW PKB Jawa Timur, Muchammad Solichul Umam, menjelaskan bahwa pelaksanaan muscab kali ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu perubahan yang cukup mencolok adalah mekanisme pemilihan pengurus yang tidak lagi menggunakan sistem voting seperti yang selama ini diterapkan. Menurutnya, proses musyawarah akan kembali mengedepankan prinsip mufakat sebagaimana semangat dasar dalam forum musyawarah cabang.
“Ada perbedaan yang signifikan, jika dibandingkan dengan Muscab sebelumnya. Mekanismenya tidak ada voting seperti dulu. Kita kembali pada landasan dasar daripada musyawarah cabang,” kata Solichul Umam saat bertemu dengan pengurus DPC PKB Ponorogo.
Dia juga mengungkapkan bahwa dalam mekanisme baru tersebut akan ada tim khusus yang bertugas melakukan pemetaan terhadap kandidat yang berpotensi memimpin DPC di masing-masing daerah. Tim tersebut dibentuk berdasarkan mandat dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB dan bekerja melalui koordinasi dengan DPW PKB Jawa Timur. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam proses penentuan kepemimpinan di tingkat cabang.
“Ada tim yang memetakan kandidat atau bakal calon ketua DPC. Itu dimandatkan dari DPP kepada DPW PKB Jawa Timur,” pungkasnya. (end/ian)






