Gresik (beritajatim.com)- Upaya menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini terus digencarkan oleh jajaran Satlantas Polres Gresik. Melalui tagline ‘Police Goes to Pondok Pesantren’ turun langsung memberikan edukasi kepada para santri di Pondok Pesantren Salafiyyah Nurul ‘Ulum, Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang digelar di aula utama pesantren tersebut diikuti ratusan santriwan dan santriwati. Suasana terlihat hidup dan penuh antusiasme ketika para santri menyimak materi keselamatan berkendara yang disampaikan langsung oleh jajaran kepolisian.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro mengatakan, ia menekankan bahwa budaya disiplin berlalu lintas harus mulai ditanamkan sejak usia muda.
Menurutnya, kesadaran untuk patuh pada aturan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap para santri dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekitarnya,” katanya, Selasa (10/3/2026).
Dalam sesi edukasi tersebut, para santri diberikan pemahaman mengenai aturan dasar lalu lintas, etika berkendara, serta pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar nasional. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah edukatif ini menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih sering melibatkan usia produktif, termasuk kalangan pelajar dan santri.
Tak hanya memberikan edukasi, Satlantas Polres Gresik juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan keagamaan. Dalam kesempatan tersebut, polisi turut menyerahkan bantuan sejumlah Al-Qur’an kepada pengurus Pondok Pesantren Salafiyyah Nurul ‘Ulum.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin menuturkan, program Police Goes to Pondok Pesantren merupakan bentuk pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat, khususnya kalangan pesantren.
Menurutnya, Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas kepada para santri,” ungkapnya.
Ia berharap para santri dapat menjadi duta keselamatan berlalu lintas yang mampu menularkan budaya disiplin berkendara kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
“Dengan terjalinnya sinergi antara kepolisian dan dunia pesantren, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berakhlak baik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan di jalan raya,” pungkasnya. [dny/aje]






