Pasuruan (beritajatim.com) – Jajaran pengurus PDI Perjuangan se-Pasuruan Raya berkumpul di Rumah Makan Karunia untuk menggelar peringatan Nuzulul Quran sekaligus mempererat tali silaturahmi antar kader. Pertemuan ini menjadi ajang strategis bagi pengurus dari tingkat kabupaten hingga ranting untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan politik masa depan.
Suasana hangat menyelimuti acara yang dihadiri langsung oleh perwakilan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur guna memberikan arahan ideologis. Agenda ini dirancang khusus untuk memastikan mesin partai tetap solid dan memiliki visi yang sama dalam mengawal aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital DPD Jatim, Qinthara Ulya Yassifa, menyoroti pentingnya merangkul generasi milenial dan Gen Z dalam struktur perjuangan. “Anak muda harus menjadi penyeimbang terhadap dinamika politik yang terjadi, baik dalam skala nasional maupun lokal,” ujarnya pada Senin (9/3) malam.
Partai berlogo banteng ini juga mendorong pengurus di tingkat kecamatan untuk lebih masif memperkenalkan nilai-nilai organisasi kepada para pemilih pemula. Regenerasi dianggap sebagai langkah kunci agar partai memiliki landasan perjuangan yang relevan dengan perkembangan zaman dan teknologi digital.
Wakabid Sistem Informasi Hukum Nasional DPD PDI Perjuangan Jatim, Andri Wahyudi, menjelaskan bahwa komunikasi tatap muka ini adalah langkah awal untuk mendengarkan langsung kendala di lapangan. Selain masalah internal, ia juga mengingatkan para kader untuk tidak abai terhadap pergeseran situasi politik internasional yang berimbas pada kondisi ekonomi daerah.
“Pengurus PDI Perjuangan di semua tingkatan perlu mencermati dinamika politik internasional yang sedikit banyak berpengaruh ke daerah,” jelas politisi yang akrab disapa AW tersebut. Ia menekankan bahwa antisipasi dini terhadap isu global sangat penting bagi stabilitas sosial di wilayah Pasuruan.
Di sela-sela arahan politiknya, Andri Wahyudi juga memberikan perhatian serius pada rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Pasuruan belakangan ini. Ia meminta seluruh kader untuk siaga dan sigap memberikan bantuan jika ada warga di sekitar mereka yang terdampak musibah akibat hujan lebat.
“Sekarang cuacanya tidak menentu, apalagi sering terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan banyak pohon tumbang bahkan sampai ada korban jiwa,” tambahnya mengingatkan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh warga Pasuruan serta penguatan soliditas internal partai. (ada/ian)






