Pasuruan (beritajatim.com) – Akses jaminan kesehatan bagi masyarakat dipastikan tetap berjalan stabil meski memasuki masa libur panjang Idul Fitri tahun ini. BPJS Kesehatan telah merancang sistem pelayanan khusus agar pemudik yang melintasi atau menuju wilayah Jawa Timur tetap mendapatkan perlindungan medis secara berkelanjutan.
Langkah ini mencakup pembukaan kantor cabang pada tanggal-tanggal tertentu guna melayani urusan administrasi secara langsung di lokasi. Penyesuaian waktu operasional ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan mendesak peserta yang mungkin mengalami kendala kepesertaan saat di perjalanan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa perlindungan JKN harus tetap hadir tanpa terhalang tradisi mudik tahunan. “Masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin dan dapat diakses dengan mudah,” ungkapnya pada Senin (09/03).
Selain layanan kantor, sejumlah posko mudik juga didirikan pada titik-titik krusial arus lalu lintas, termasuk di area Terminal Purabaya. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat informasi dan konsultasi bagi pemudik yang memerlukan bantuan terkait fasilitas kesehatan terdekat.
Bagi peserta yang berada di luar daerah domisili, akses pengobatan tetap bisa dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mitra terdekat yang beroperasi. Integrasi sistem ini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan tanpa harus kembali ke daerah asal tempat mereka terdaftar.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menjelaskan bahwa ketersediaan obat bagi penderita penyakit kronis juga menjadi prioritas utama. “Peserta tetap dapat memperoleh obat kronis sehingga terapi yang dijalani berjalan tanpa hambatan selama periode libur Lebaran,” tuturnya menjelaskan keberlanjutan layanan.
Dukungan penuh juga datang dari pihak rumah sakit yang memastikan unit gawat darurat tetap siaga melayani pasien selama 24 jam penuh. Fasilitas vital seperti layanan cuci darah dipastikan tetap beroperasi normal untuk menjaga kondisi kesehatan peserta tetap stabil selama masa libur.
Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo, menyatakan bahwa seluruh rumah sakit telah melakukan persiapan matang untuk mengantisipasi lonjakan pasien. “Rumah sakit tetap beroperasi 24 jam dengan memastikan layanan kepada peserta JKN tetap berjalan optimal,” pungkasnya meyakinkan publik. (ada/kun)






