Blitar (beritajatim.com) – Jagat maya Blitar kembali digemparkan oleh kisah pilu yang menyayat hati nurani. Seorang nenek penjual kerupuk keliling puluhan Kilometer (Km) menjadi korban penipuan oleh pembeli tak bertanggung jawab di Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Kisah malang ini viral setelah rekaman video amatirnya diunggah oleh akun Instagram @sapablitar, memancing gelombang kecaman dari netizen.
Peristiwa ini sungguh memilukan mengingat sang nenek yang sudah senja harus menempuh jarak puluhan kilometer dari rumahnya di Kecamatan Kanigoro hanya untuk menjajakan dagangannya hingga larut malam. Namun bukan uang yang didapat, sang nenek justru menjadi korban penipuan uang palsu di bulan Ramadhan ini.
Dalam video itu disebutkan, aksi penipuan ini dilakukan oleh seorang perempuan yang membawa anak kecil. Pelaku berpura-pura menjadi pembeli yang dermawan dengan memborong kerupuk sang nenek.
Tanpa rasa iba, pelaku membeli kerupuk milik sang nenek senilai Rp.20 ribu. Kemudian pelaku juga melakukan tukar uang dengan sang nenek senilai Rp200 ribu.
Namunm ternyata dua lembar pecahan uang Rp.100 ribu yang ditukarkan oleh pelaku adalah uang palsu. Ironisnya, setelah pelaku pergi, barulah sang nenek menyadari bahwa lembaran uang yang diterimanya hanyalah kertas tanpa nilai alias uang palsu.
“Mbah e jualan dari Kanigoro sampai Bangsri kok tega kamu tipu, kembalikan uangnya ini bulan puasa dosanya besar,” ucap pria dalam video tersebut.
Sosok nenek ini bukanlah warga lokal Nglegok. Ia diketahui berasal dari Kecamatan Kanigoro. Jarak yang cukup jauh itu ia tempuh dengan satu tujuan yakni memastikan dapurnya tetap mengepul. Namun, malam yang seharusnya ditutup dengan rasa syukur karena dagangannya laku, justru berakhir dengan air mata.
Hingga larut malam, sang nenek masih berada di jalanan Nglegok. Pasca-kejadian tersebut, ia mengaku terpukul dan kebingungan. Uang yang seharusnya menjadi modal untuk menyambung hidup esok hari, kini lenyap tak berbekas.
“Rupiah demi rupiah dikumpulkan nenek ini, tapi kamu tega menipu kembalikan tolong siapa saja yang merasa menipu,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, simpati publik terus mengalir bagi sang nenek. Banyak warga Blitar yang berharap pihak kepolisian setempat dapat menelusuri identitas pelaku melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi atau keterangan saksi lainnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada dan peduli terhadap para pedagang lansia di sekitar kita. Di balik setiap bungkus kerupuk yang ia jual, ada perjuangan hidup yang tak mudah.
“Yang nipu ibu-ibu bawa anak, beli kerupuk 20 ribu sama tukar uang 200 ribu, kejam kamu (penipu),” pungkasnya. [owi/beq]






