Sidoarjo (beritajatim.com) – Fraksi Gerindra melalui Sekretaris Fraksi, Supriyono, menyampaikan kritik terkait pelaksanaan kegiatan rapat koordinasi dan buka puasa bersama yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di lokasi mewah di Surabaya.
Dalam surat undangan resmi dari Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo yang dikeluarkan pada 4 Maret 2026, acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, di Mahabarata Palace – Graha Unesa Surabaya, dengan mengundang sejumlah pejabat daerah dan pimpinan BUMD.
Menurut Supriyono, kegiatan buka puasa bersama memang merupakan hal yang baik dalam mempererat tali silaturahmi antar jajaran pemerintahan. Namun, pemilihan tempat yang terkesan mewah dinilai kurang tepat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih tertekan, serta upaya pemerintah yang sedang mendorong efisiensi dan penghematan anggaran.
“Kami tidak mempersoalkan kegiatan silaturahmi atau buka puasa bersama. Namun ketika pemerintah sedang mendorong efisiensi anggaran dan masyarakat masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi, maka kegiatan seperti ini seharusnya dilaksanakan dengan sederhana dan penuh empati,” ujar Supriyono, Minggu (8/3/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah seharusnya memberi teladan dalam penggunaan anggaran yang bijak dan proporsional, terutama dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial.
“Pesan moral dari kepemimpinan publik sangat penting. Ketika pemerintah meminta masyarakat untuk memahami kondisi fiskal dan melakukan penghematan, maka aparatur pemerintah juga harus menunjukkan kepekaan sosial dan kesederhanaan dalam setiap kegiatan,” jelasnya.
Fraksi Gerindra juga mengingatkan agar seluruh kegiatan pemerintahan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan pada simbol atau kemewahan acara. “Di bulan Ramadan yang penuh makna ini, semangat yang perlu ditunjukkan adalah kesederhanaan, solidaritas, dan keberpihakan kepada masyarakat. Pemerintah harus hadir dengan empati, bukan dengan kesan kemewahan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, kegiatan ini turut menuai sorotan di tengah viralnya kasus kecelakaan akibat jalan rusak berlubang yang terjadi di beberapa titik wilayah Kabupaten Sidoarjo. Beberapa foto yang beredar di media sosial menampilkan suasana glamor acara tersebut, yang semakin memperburuk citra Pemkab Sidoarjo di mata publik.
Banyak warga menilai bahwa acara tersebut seakan-akan menjadi bentuk pamer kemewahan di tengah duka yang dirasakan masyarakat, terlebih dengan banyaknya korban jiwa akibat kecelakaan di jalan rusak.
Sebagai catatan, acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Camat yang tergabung dalam jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Meskipun tujuannya untuk mempererat silaturahmi, namun foto-foto yang beredar justru menampilkan kemewahan gedung dan suasana acara, bukan menunjukkan rasa simpati terhadap kondisi jalan yang rusak dan membahayakan keselamatan warga.
Ke depan, Fraksi Gerindra berharap agar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo lebih mempertimbangkan efektivitas, efisiensi, dan sensitivitas sosial dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan seremonial. [isa/suf]






