Surabaya (beritajatim.com) – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) wilayah Jawa Timur (Jatim) memberikan workshop Good Manufacturing Practices (GMP) bagi 25 pelaku UMKM disabilitas di The Southern Hotel Surabaya, Sabtu (7/3/2026).
Pelatihan ini untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan bisnis inklusif agar mampu naik kelas. Kegiatan bertajuk Ramadan Giving ini melibatkan peserta dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Kediri.
Ketua Iluni UI Jatim, Anung R. Hascaryo, mengungkapkan bahwa pemilihan tema disabilitas didasari aspek kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kelompok ini perlu mendapatkan akses informasi yang setara dalam pengembangan standarisasi produk industri.
“Kami ingin rekan-rekan disabilitas mendapatkan pelatihan proses bisnis yang bagus sehingga mereka bisa naik kelas,” ujar Anung.
Ia pun berharap program ini menjadi pemicu gerakan pemberdayaan serupa di tingkat nasional. Kita mulai dari Surabaya, semoga nanti bisa menyebar ke nasional,” tambahnya.
Program ini berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan komunitas lokal melalui proses kurasi. Seleksi mengutamakan pelaku usaha potensial yang memproduksi makanan, minuman, kriya, hingga busana namun masih membutuhkan pendampingan teknis standar produksi global.
Koordinator Kurasi UMKM, Dian Trihesti, menjelaskan keterlibatan aktif komunitas sangat krusial dalam menjaring peserta. “Data yang masuk kami kurasi kembali untuk memilih peserta yang dibawa ke sini untuk mengikuti pelatihan intensif,” kata Dian.
Selain edukasi proses bisnis, Iluni UI Jatim juga menyalurkan bantuan modal senilai Rp25 juta hasil donasi kolektif para alumni untuk memperkuat operasional usaha peserta.
Di samping itu, para peserta workshop mendapatkan fasilitas pendampingan yang ramah disabilitas, termasuk penyediaan penerjemah bahasa isyarat.
Kemudian, selain materi teknis, mereka juga diberi kesempatan menjajakan produk unggulannya di hadapan para investor dan mitra strategis.
Momen ini juga menandai pelantikan pengurus baru Iluni UI Jatim periode 2026. Organisasi ini diproyeksikan menjadi wadah sinergi lintas profesi bagi para alumni yang berdomisili atau berasal dari wilayah Jatim. [ipl/aje]






