Tuban (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke Pasar Murah di Kabupaten Tuban, dalam rangka memperkuat upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri yang digelar di Kabupaten Tuban, Kamis 5 Februari 2026.
Khofifah sapaan Gubernur Jatim menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan bentuk dukungan pemerintah Provinsi terhadap program yang telah dijalankan oleh para bupati dan wali kota di daerah masing-masing.
“Kami hanya memberikan penguatan atas berbagai langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, karena pasar murah biasanya difokuskan pada wilayah permukiman yang jaraknya cukup jauh dari pasar tradisional,” ujar Khofifah.
Hal ini dilakukan agar keberadaan pasar murah tidak menjadi pesaing bagi pedagang di pasar tradisional, melainkan sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Menjelang Idul Fitri umumnya terjadi peningkatan harga sejumlah kebutuhan pokok. Sehingga, langkah pengendalian inflasi dan stabilisasi harga perlu terus dilakukan, salah satunya dengan menghadirkan pasar murah bagi masyarakat,” imbuhnya.
Gubernur berharap agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari langkah menjaga stabilitas harga dan inflasi. Dikarenakan, sepanjang tahun 2026, kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mencapai titik ke-33.
“Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia serta ibu hamil,” jelas Khofifah.
Menurutnya, pemerintah provinsi Jawa Timur selalu menyalurkan bantuan beras seberat 5 kilogram kepada para lansia. Serta, telur juga dibagikan kepada anak-anak sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi, khususnya bagi anak dan ibu hamil.
“Sedangkan, untuk pasar murah, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga jauh di bawah harga pasar,” tambahnya.
Adapun telur harga di pasaran sekitar Rp 30 ribu per kilogram dijual seharga Rp 22 ribu per kilogram. Daging ayam dari harga pasar sekitar Rp 42 ribu per kilogram dijual Rp 30 ribu per kilogram.
Selain itu, gula pasir yang di pasaran mencapai Rp 17 ribu per kilogram dijual Rp 14 ribu per kilogram, minyak goreng dari harga sekitar Rp 16 ribu dijual Rp 13 ribu per liter, serta cabai rawit yang di pasaran mencapai Rp 80 ribu per kilogram dijual Rp 40 ribu per kilogram.
“Selisih harganya cukup signifikan, karena kami ingin menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di Jawa Timur,” pungkasnya. [dya/aje]






