Pacitan (beritajatim.com) – TNI Angkatan Darat resmi memulai pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) di wilayah Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Proyek strategis ini akan menempati lahan seluas 69 hektare milik Perhutani dan diproyeksikan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
Komandan Kodim 0801/Pacitan, Letkol Arh Imam Musahirul, mengonfirmasi bahwa rencana besar ini telah mengantongi izin dari pimpinan TNI AD. Penentuan lokasi di Pringkuku didasarkan pada pertimbangan teknis serta ketersediaan lahan yang memadai untuk menampung ribuan personel.
“Alhamdulillah rencana pembangunan batalyon sudah disetujui. Lokasinya di Pringkuku dengan luas lahan sekitar 69 hektare yang diajukan ke Perhutani karena itu lahan mereka,” ujar Imam Musahirul saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Proses peletakan batu pertama atau ground breaking dijadwalkan berlangsung pada awal Maret 2026 sebagai tanda dimulainya pengerjaan konstruksi fisik. Pemerintah dan TNI memprioritaskan penyelesaian sarana pendukung dalam satu tahun anggaran berjalan agar fungsi batalyon dapat segera berjalan.
Imam menjelaskan bahwa Pacitan mendapatkan alokasi khusus ini karena menjadi daerah prioritas dalam pengembangan kekuatan teritorial di wilayah Jawa Timur. Instruksi dari pimpinan pusat memastikan percepatan pembangunan fasilitas guna mendukung stabilitas pertahanan di pesisir selatan.
“Target selesai pembangunannya tahun ini. Kita sudah mendapat atensi dan prioritas dari pimpinan, sehingga Pacitan dipastikan mendapat alokasi batalyon,” jelasnya secara tegas.
Selain fokus pada infrastruktur bangunan, TNI AD juga mulai menyiapkan mobilisasi personel yang akan mengisi struktur batalyon tersebut. Sebanyak 500 prajurit dijadwalkan akan mulai dimukimkan di wilayah Pacitan pada pertengahan Maret 2026 mendatang.
Kehadiran para prajurit ini dilakukan secara bertahap untuk menyesuaikan kesiapan akomodasi di lapangan. Saat ini, tim pelopor atau regu Aju sudah berada di lokasi untuk melakukan persiapan teknis sebelum gelombang personel utama tiba.
“Sementara personel akan tinggal di Wisma Atlet Pacitan, saat ini ada 17 Regu Aju yang tinggal,” tambahnya memberikan detail mengenai hunian sementara para prajurit.
Secara keseluruhan, Batalyon Teritorial Pembangunan di Pringkuku ini direncanakan akan diperkuat oleh total 1.200 orang personel aktif. Pembangunan barak permanen dan fasilitas olahraga serta administrasi akan dilakukan secara berkelanjutan untuk menunjang operasional jangka panjang.
Strategi penempatan prajurit ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi keamanan sekaligus geliat ekonomi masyarakat di sekitar Pringkuku. Kehadiran markas militer baru ini menjadi babak baru bagi penguatan teritorial di wilayah ujung barat Jawa Timur tersebut. [tri/beq]






