Banyuwangi (beritajatim.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Sakti Trenggono melakukan peninjauan ke Kawasan Nelayan Modern (KNMP) Banyuwangi untuk memastikan kesiapan infrastruktur hilirisasi sektor perikanan pada Selasa (3/3/2026). Dalam kunjungannya, ia memuji kualitas pengerjaan bangunan yang mengusung arsitektur khas Suku Osing tersebut sebagai hasil terbaik dibandingkan titik lokasi lainnya di Indonesia.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta jajaran pejabat Pemkab turut mendampingi menteri saat berkeliling melihat fasilitas yang mulai dibangun sejak September 2025 tersebut. Proyek ini dirancang sebagai pusat integrasi antara hasil tangkapan nelayan dengan unit pengolahan produk hasil laut berskala UMKM.
“Bagus sekali bangunannya, kualitas pekerjaannya juga bagus. Kalau saya tinjau di beberapa titik kemarin hasilnya kurang, disini paling bagu,” ujar Trenggono usai melihat KNMP Banyuwangi.
Program KNMP di Banyuwangi difokuskan pada penguatan hilirisasi agar nilai tambah sektor perikanan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat pesisir. Nantinya, seluruh hasil tangkapan nelayan akan diolah di kawasan ini menjadi berbagai produk kuliner bernilai ekonomi tinggi.
Setelah proses serah terima rampung, pengelolaan operasional kawasan ini akan diserahkan sepenuhnya kepada koperasi nelayan setempat. Kendati demikian, Pemkab Banyuwangi tetap memiliki peran vital dalam melakukan pengawasan rutin agar standar kualitas tetap terjaga.
“Setelah rampung KNMP ini menunggu untuk serah terima. KNMP selanjutnya akan dikelola oleh koperasi nelayan dibawah pengawasan Pemkab Banyuwangi,” jelas Trenggono.
Keunikan KNMP Banyuwangi terletak pada desain bangunannya yang mengadopsi karakter arsitektur rumah adat Suku Osing yang ikonik. Enam unit bangunan utama diperkaya dengan ornamen batik Gajah Oling yang menegaskan identitas budaya kuat di kawasan pesisir.
Perpaduan sentuhan modern dan kearifan lokal ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru selain fungsi utamanya sebagai sentra perikanan. Identitas budaya yang kental menjadikan kawasan ini sebagai simbol kemajuan masyarakat asli Banyuwangi di sektor maritim.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian KKP dalam membangun ekosistem perikanan yang modern di wilayahnya. Kehadiran pusat kuliner seafood terpadu ini diprediksi akan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata bahari unggulan.
“Hasilnya juga bagus dan kami juga berterima kasih kepada Pak Menteri karena ini juga bagian dari membangun ekosistem dan mudah-mudahan ini nanti bisa berdampak positif menjadi sebuah destinasi baru,” kata Ipuk.
Meskipun dikelola secara mandiri oleh koperasi, Ipuk menegaskan bahwa standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan lingkungan harus tetap ketat. Pengawasan akan difokuskan pada aspek kebersihan, kualitas pangan, serta keberlanjutan tata kelola lingkungan di area pasar kuliner.
“Jadi kebersihannya, lalu kualitas makanannya, lalu juga tata kelola lingkungannya. Sehingga tidak bisa sekadarnya saja, saya inginnya ini harus dikelola dengan baik,” tandasnya. [alr/beq]






