Surabaya (beritajatim.com) – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menilai surat duka Megawati Soekarnoputri kepada Pemerintah Iran merupakan manifestasi nyata sikap kenegarawanan di tengah eskalasi konflik global. Pesan belasungkawa tersebut menekankan pentingnya solusi diplomatik untuk meredam ketegangan internasional yang kian kompleks.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan bahwa langkah Megawati merupakan pengingat bagi dunia untuk kembali pada meja perundingan. Sikap ini dinilai selaras dengan garis perjuangan diplomasi Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Dalam situasi global yang penuh ketegangan seperti saat ini, pernyataan Ibu Megawati mengingatkan kembali bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog, perundingan yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional. Ini adalah sikap kenegarawanan yang konsisten dengan tradisi diplomasi Indonesia sejak era Bung Karno,” ujar Deni Wicaksono.
Megawati mengirimkan surat resmi sebagai bentuk simpati atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam suratnya, Presiden ke-5 RI itu mengenang sosok Khamenei sebagai pemimpin yang tegar dalam menghadapi dinamika politik dunia.
DPD PDIP Jawa Timur memandang pesan ini sangat relevan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia. Semangat tersebut menempatkan perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagai landasan utama interaksi antarnegara.
“Semangat Dasasila Bandung menempatkan penghormatan terhadap kedaulatan negara, penyelesaian sengketa secara damai, dan solidaritas antarbangsa sebagai prinsip utama. Dalam konteks krisis Timur Tengah hari ini, pesan yang disampaikan Ibu Megawati terasa relevan sebagai pengingat moral bagi dunia internasional,” jelas Deni.
Deni menambahkan bahwa pemikiran geopolitik Megawati memiliki benang merah yang kuat dengan visi Presiden pertama RI, Soekarno. Visi tersebut fokus pada penghormatan kedaulatan serta upaya membangun tatanan dunia yang lebih adil bagi bangsa-bangsa.
“Kita melihat bagaimana Ibu Megawati tidak hanya berbicara sebagai tokoh politik nasional, tetapi sebagai seorang negarawan yang mengingatkan kembali arah moral dunia internasional: bahwa perdamaian harus dibangun melalui dialog dan penghormatan terhadap martabat setiap bangsa,” katanya.
Ketegangan di Timur Tengah diharapkan dapat segera mereda melalui jalur komunikasi yang transparan dan adil. Stabilitas kawasan menjadi kunci utama untuk mencegah dampak kemanusiaan yang lebih besar bagi masyarakat sipil.
“Warisan pemikiran Bung Karno tentang persaudaraan bangsa-bangsa dan tatanan dunia yang lebih adil tetap relevan hingga hari ini. Nilai-nilai itulah yang kembali diingatkan oleh Ibu Megawati di tengah krisis global yang sedang terjadi,” tutup Deni Wicaksono. [asg/beq]






