Malang(beritajatim.com) – Sejumlah makanan pembuka puasa atau menu takjil di Pasar Takjil yang ada di Kota Malang dinyatakan kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) dan zat pewarna sintetis rhodamin B. Hal ini diketahui Dinas Kesehatan Kota Malang usai melakukan uji sampel di sejumlah lokasi.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, secara mayoritas 98,8 persen makanan takjil memang memenuhi syarat konsumsi. Namun, sisanya merupakan hasil uji laboratorium dimana menunjukkan makanan dan minuman takjil yang tidak memenuhi syarat kesehatan.
“Laporan dari teman-teman yang ada 98,8 persen yang memenuhi syarat dan itu (pengambilan sampel) dari (pasar takjil) di lima kecamatan. Ada sebagian kecil yang tidak (higienis) dan itu tetap menjadi perhatian kami,” kata Husnul, Selasa, (3/3/2026).
Sebelumnya, Dinkes Kota Malang melakukan pengambilan sampel selama 3 hari sejak 23 hingga 26 Februari 2026 di 19 titik pasar takjil yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang. Ada 101 makanan yang diuji lab dengan 91 sampel yang memenuhi syarat kesehatan serta sisanya dinyatakan terpapar bakteri E. coli.
Selain itu, pada uji kandungan zat pewarna untuk 69 sampel ada 4 sampel makanan yang mengandung rhodamin B. Untuk kandungan Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis yang dilarang digunakan pada makanan karena berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
“Kami menghimbau kepada konsumen untuk tidak membeli makanan yang memiliki warna mencolok, yang berpotensi memiliki bahan pengawet yang berlebihan juga, pembeli harus cermat,” ujar Husnul.
Husnul berharap setelah hasil laboratorium disampaikan, ke depan para penjual takjil tidak lagi memakai bahan berbahaya. Dinkes sendiri memastikan tetap melakukan tindak lanjut terhadap pedagang yang produknya terindikasi mengandung bakteri maupun zat berbahaya meski mayoritas dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
“Sudah ditindaklanjuti karena di situ (data) terdapat jelas alamat dan namanya (pedagang), kami menyampaikan kalau makanan dan minuman yang disajikan di pasar takjil mengandung bahan tak direkomendasikan,” ujar Husnul. [luc/aje]






