Malang (beritajatim.com) – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) terus berkomitmen memperkuat kompetensi mahasiswa di kancah internasional. Melalui Departemen Bisnis dan Hospitality, Vokasi UB menggelar Kuliah Tamu bertajuk “Fly High and Stay Grounded?” yang menghadirkan tokoh nasional, Ira Puspadewi, Ph.D., Rabu (25/2/2026).
Acara yang berlangsung di Gedung Widyaloka UB ini bertujuan membuka cakrawala mahasiswa mengenai dinamika bisnis global serta pentingnya ketangguhan mental dalam berkarier. Ira Puspadewi, yang merupakan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) periode 2017-2024, membagikan pengalaman saat menjadi Direktur Asia di perusahaan ritel asal Amerika Serikat, GAP.
Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menegaskan bahwa kuliah tamu ini adalah langkah strategis untuk mengubah pola pikir mahasiswa. Menurutnya, lulusan vokasi tidak boleh hanya berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi harus berani menjajaki karier profesional hingga ke luar negeri.
“Masa depan saat ini sudah low on ASN. Mahasiswa harus berpikir bagaimana menjadi entrepreneur atau pekerja profesional yang menembus batas institusi untuk berkarir di luar negeri. Anda boleh dan wajib menembus teritori, namun tetap memegang teguh nilai-nilai lokal (local values),” ujar Kholid.
Kholid juga menyoroti isu viral terkait beasiswa luar negeri. Ia menekankan bahwa meski berkarir di luar negeri, kewajiban moral untuk berkontribusi bagi Indonesia tetap menjadi prioritas utama.
“Jangan lelah mencintai Indonesia. Anda bisa menjadi diaspora yang sukses di luar sana, namun tetap memberikan dampak bagi tanah air melalui transfer of knowledge maupun kontribusi lainnya,” imbuhnya.
Dalam pemaparannya, Ira Puspadewi menyoroti bahwa intelektualitas mahasiswa Indonesia sangat mumpuni, namun sering kali terkendala oleh hambatan psikologis atau mentalitas kompetitif yang masih kalah dibanding negara Asia lainnya seperti India atau Singapura.
“Orang Indonesia itu pinter banget. Tapi mental untuk menjadi warga global itu yang harus diperkuat. Hambatannya bukan teknologi, melainkan mentalitas. Saya berharap mahasiswa Vokasi UB bisa mulai menguatkan mental ini. Di mana pun kalian berkarya, yang penting bikin bangga Indonesia,” tutur Ira.
Ia juga berpesan agar penguasaan bahasa dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman menjadi modal utama bagi mahasiswa jika ingin bersaing di level dunia.

Dipandu oleh Direktur Disway Malang, Agung Pamujo sebagai moderator, diskusi berlangsung dinamis. Acara ini diharapkan menjadi pemicu bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan Fakultas Vokasi UB untuk terus meningkatkan daya saing di level internasional tanpa melupakan identitas bangsa.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Azna Abrory, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 400 peserta, baik secara luring maupun daring. Peserta didominasi oleh mahasiswa dari tiga program studi, yakni Administrasi Bisnis, Keuangan Perbankan, dan Manajemen Perhotelan.
“Kuliah tamu ini merupakan agenda rutin kami. Sebagai pendidikan terapan, Vokasi UB memerlukan banyak insight dari praktisi dan dunia industri (DUDI). Kehadiran sosok seperti Bu Ira memberikan motivasi nyata bagi mahasiswa untuk melihat peluang karier yang lebih luas,” ungkap Azna menutup. (dan/but)






