Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya membidik kemenangan penting saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-23 Super League Indonesia 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam, menjadi momentum kebangkitan Bajul Ijo setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai PSM sebagai lawan yang kuat dengan persiapan lebih matang. Meski demikian, ia memastikan skuadnya siap tampil maksimal.
“Kami akan bermain melawan tim yang bagus. Saya punya para pemain yang bagus. Mereka punya satu hari persiapan lebih banyak dibanding kami, tapi kami berharap bisa memanfaatkan potensi pemain kami sebaik mungkin,” ujar Tavares.
Tavares juga mengakui periode beberapa pekan terakhir bukan situasi yang mudah bagi timnya. “Beberapa minggu terakhir tidak mudah, tetapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik. Dua pertandingan terakhir kami belum memberikan hasil memuaskan,” katanya.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan pentingnya evaluasi untuk menghadapi laga melawan PSM. Persebaya akan belajar dari kesalahan tanpa melupakan hal-hal positif yang telah ditunjukkan. “Kami perlu belajar dari hal-hal buruk yang kami lakukan, tetapi juga mempertahankan hal-hal baik yang sudah kami buat,” tegas Tavares.
Momen emosional terselip bagi Tavares, yang sebelumnya menukangi PSM selama tiga setengah musim. “Ini adalah tim yang sangat berarti bagi saya. Banyak pemain di sana sudah seperti keluarga. Namun sekarang saya profesional dan fokus di Persebaya. Selama pertandingan, saya ingin 200 persen profesional dan memberikan yang terbaik untuk tim kami,” katanya.
Tavares menambahkan bahwa tim pelatih telah menganalisis kekuatan PSM sekaligus memaksimalkan potensi pemain sendiri. “Kami fokus pada pemain kami dan apa yang bisa dilakukan. Dengan memberikan yang terbaik, peluang untuk meraih hasil positif terbuka lebar,” jelasnya.
Di kubu PSM, pelatih Tomas Trucha menegaskan anak asuhnya siap tempur meski menghadapi jadwal padat, dengan empat pertandingan dalam 16 hari. “Kami tidak mengumpulkan poin maksimal di beberapa laga terakhir, tapi itu tidak boleh terulang. Setiap poin penting, dan kami harus bertarung untuk itu,” kata Trucha.
Trucha juga menyadari kedekatan emosional Tavares dengan PSM, namun menegaskan profesionalisme tetap diutamakan. “Ini cerita lain dari pertandingan. Kami respek, tapi kami juga fokus mempersiapkan tim untuk meraih hasil terbaik,” ujarnya.
Selain itu, Trucha menyebut bahwa masalah servis menjadi fokus perbaikan. “Servis adalah bagian dari permainan. Kedua tim mengalami kesalahan serupa, dan kami sudah berusaha meningkatkannya. Dua tim sama-sama ingin memperbaiki hasil buruk sebelumnya,” jelasnya. (faw/aje)






