Mojokerto (beritajatim.com) — Wali Kota Ika Puspitasari menyampaikan pesan kepedulian sosial sekaligus kewaspadaan terhadap potensi genangan air saat mengawali Safari Ramadan 1447 Hijriah di Musala Nur Hidayah, Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang diisi dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama warga itu menjadi sarana bagi Ning Ita (sapaan akrab, red) untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengajak warga meningkatkan kepedulian di bulan suci. Menurutnya, Safari Ramadan merupakan agenda rutin tahunan.
“Ramadan adalah bulan terbaik. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Karena itu, momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial. Safari Ramadan merupakan agenda rutin tahun yang tidak hanya bertujuan memperkuat silaturahmi, tetapi juga berbagi kepada sesama,” ungkapnya.
Yakni melalui penyaluran zakat mal kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai simbol sinergi membangun kota. Kebersamaan ini penting untuk menjaga Kota Mojokerto tetap aman dan nyaman. Selain itu, warga untuk waspada terhadap potensi genangan air akibat tingginya curah hujan pada Februari,” katanya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, lanjutnya, periode pertengahan hingga akhir Februari merupakan puncak musim hujan. Kondisi geografis Kota Mojokerto yang relatif cekung, menurutnya, membuat genangan air sulit dihindari sepenuhnya.
“Oleh karena itu, peran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi kunci utama. Sampah jangan sampai menyumbat saluran air. Kerja bakti dan gotong royong tetap penting, meskipun kita tinggal di wilayah perkotaan,” tegasnya.
Pada Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga menyalurkan dana hibah keagamaan kepada masjid dan musala. Namun, jumlah hibah tahun ini mengalami penyesuaian karena berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Tahun 2025 lalu, dana hibah keagamaan mencapai lebih dari Rp5 miliar, sedangkan tahun ini sebesar Rp2,3 miliar. Musala Nur Hidayah sendiri menerima bantuan sebesar Rp20 juta. Selain hibah, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini juga menyerahkan bingkisan kepada pengurus tempat ibadah dan jamaah yang hadir sebagai bentuk perhatian pemerintah di bulan Ramadan. [tin/aje]






