Sidoarjo (beritajatim.com) – Komisi V DPR RI melakukan peninjauan kesiapan infrastruktur di Terminal Purabaya dan kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda pada Senin (23/1/2026) guna mempercepat koordinasi proyek transportasi strategis di Jawa Timur. Kunjungan kerja pada masa reses ini berfokus pada evaluasi fasilitas terminal tipe A terbesar di Jawa Timur tersebut dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran mendatang serta sinkronisasi anggaran pembangunan daerah.
Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Adhy Karyono, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, serta Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan RI, Toni Tauladan. Pertemuan ini berlanjut dengan rapat koordinasi di kantor Otoritas Bandara Juanda yang membahas dukungan anggaran dan percepatan realisasi proyek prioritas.
Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menilai kunjungan ini sebagai momentum strategis untuk mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya bagi pembangunan di wilayah Sidoarjo. Ia berharap kolaborasi ini memberikan dampak nyata bagi fasilitas publik yang langsung dirasakan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat datang, semoga kunjungan kali ini akan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan program-program prioritas infrastruktur di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ucap wanita yang akrab disapa Mak Mimik tersebut.
Dalam kesempatan itu, Mimik juga menyuarakan keluhan masyarakat Sidoarjo terkait kondisi jalan rusak dan penanganan banjir yang dinilai belum optimal. Menurutnya, akses transportasi yang mumpuni sangat bergantung pada kualitas jalan yang bebas hambatan dan lubang.
“Hampir tiap hari kami menerima telepon dari masyarakat terkait jalan berlubang dan banjir. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan yang hadir di ruang rapat ini. Kami berharap ada dukungan penuh atas keluhan masyarakat kami, serta kemudahan akses transportasi di Kabupaten Sidoarjo,” imbuhnya.
Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menegaskan komitmen legislatif dalam menampung aspirasi daerah untuk percepatan pembangunan di sektor perhubungan, pekerjaan umum, hingga perumahan rakyat. Ia menekankan pentingnya pembagian tanggung jawab yang jelas sesuai dengan kelas jalan yang ada.
“Melalui forum rapat ini kami berharap kelas jalan baik, kabupaten, provinsi dan kelas jalan nasional tidak ada yang berlubang lagi, Sebab, misalnya terjadi lakalantas di area kelas jalan kabupaten yang bertanggungjawab bupati atau walikota, begitu juga provinsi dan nasional. Oleh sebab itu melalui rapat koordinasi ini kita tampung aspirasi masyarakat mana saja yang perlu kita dukung,” terangnya.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono turut memaparkan posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang ekonomi kawasan Timur Indonesia yang membutuhkan kemantapan infrastruktur jalan berkelanjutan. Berdasarkan data Pemprov Jatim, tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur kini menyentuh angka 98 persen, sementara untuk jalan provinsi berada di kisaran 86 persen.
“Tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 98 persen, sedangkan jalan provinsi berada di kisaran 86 persen,” ungkap Adhy Karyono.
Selain membahas kemantapan jalan, Adhy juga mengungkap rencana strategis pengembangan transportasi massal berbasis rel di kawasan Surabaya Raya guna mengurai kemacetan. Salah satu proyek besar yang menjadi sorotan adalah pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) yang menghubungkan Surabaya dan Sidoarjo.
“Salah satu rencana strategis yang akan kita lakukan adalah proyek kereta rel listrik (KRL) Surabaya–Sidoarjo yang ditargetkan beroperasi pada 2027, serta pengembangan moda transportasi berbasis rel lainnya guna mengurai kemecetan dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan,” urai Adhy.
Langkah koordinasi ini diharapkan dapat memastikan jutaan penumpang yang diprediksi akan bergerak melalui moda transportasi darat, laut, dan udara saat mudik Lebaran nanti dapat terlayani dengan infrastruktur yang aman dan nyaman. [isa/ian]






